Tim Ganda Putri Korea Selatan menjuarai Polytron Pontianak internasional Challenge 2026

Editor: leoian790@gmail.com author photo

 


KALBARNEWS.ID PONTIANAK — Pasangan Korea Selatan Kim Yu Jung/Lee Yu Lim sukses menunjukkan permainan solid pada babak Final Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak.

Pasangan cina Taipe Tsai Ruo Lin/Wang Yi Zhen harus mengakui keunggulan pasangan Korea Kim Yu Jung/Lee Yu Lim dengan dua set gim sekaligus dengan skor  21 : 5 dan 21 : 14

Kemenangan tersebut menjadi hasil positif bagi pasangan Korea Selatan ini setelah cukup lama tidak merasakan atmosfer pertandingan puncak.

Salah seorang pemain Korea Selatan, Kim Yu Jung mengaku sempat merasakan ketegangan sebelum pertandingan dimulai. Namun, setelah laga berjalan, strategi yang telah dipersiapkan mampu diterapkan dengan baik sehingga mereka dapat mengendalikan permainan.

"Setelah sekian lama, kami kembali mencapai final turnamen internasional. Awalnya memang sedikit gugup dan penasaran seperti apa jalannya pertandingan. Namun, semuanya berjalan sesuai rencana sehingga kami bisa memainkan pertandingan dengan baik dan meraih kemenangan,” ujar Kim.

Sementara itu, Lee Yu Lim menambahkan kunci kemenangan mereka terletak pada kemampuan menghadapi kekuatan permainan lawan dari Cina Taipe.

Menurutnya, lawan memiliki pukulan yang kuat sehingga mereka berusaha mengantisipasi permainan di area bawah serta membangun serangan lebih cepat.

"Pemain Cina Taipe memiliki kekuatan yang sangat baik. Kami berpikir pertandingan akan sulit jika kami kalah dalam adu kekuatan. Karena itu, kami lebih memperhatikan permainan underhand dan berusaha membangun serangan terlebih dahulu. Saya rasa, mampu mengambil inisiatif serangan menjadi salah satu faktor kami bisa memenangkan pertandingan,” terangnya.

Menghadapi turnamen berikutnya, pasangan Korea Selatan juga merasa memiliki keuntungan dari sisi adaptasi. Mereka telah lebih dahulu merasakan kondisi lapangan dan atmosfer pertandingan di Indonesia.

Kim mengatakan pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mereka menghadapi persaingan pada turnamen selanjutnya.

"Pemain lain baru akan mengikuti turnamen minggu depan, sementara kami sudah lebih dahulu bermain di sini. Jadi, dari sisi adaptasi kami mungkin sedikit lebih unggul. Kami akan berusaha memaksimalkan kelebihan yang kami miliki untuk kembali menampilkan permainan yang bagus,” ungkapnya.

Selain soal permainan, kondisi arena pertandingan juga menjadi perhatian. Sebelum bertanding, mereka memperkirakan kondisi lapangan di Indonesia akan memiliki hembusan angin yang cukup kuat.

Namun, kondisi tersebut ternyata tidak terlalu menjadi kendala selama pertandingan berlangsung.

"Kami sejak awal mengantisipasi bahwa arena pertandingan di Indonesia biasanya memiliki angin yang cukup kuat. Karena itu, kami sudah melakukan persiapan. Tetapi ternyata anginnya tidak terlalu kencang seperti yang kami perkirakan. Jadi, kami bisa bermain seperti biasanya dan hasilnya menjadi lebih maksimal,” pungkasnya.

Performa konsisten dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi pasangan Korea Selatan ini untuk menjuarai Polytron Pontianak internasional Challenge 2026.

Share:
Komentar

Berita Terkini