![]() |
| Foto Ilustrasi |
KALBARNEWS.CO.ID (MEMPAWAH) –
Pertikaian yang bermula dari adu mulut di media sosial berubah menjadi tragedi
berdarah di Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Seorang pria berinisial SR
meregang nyawa setelah terlibat duel maut dengan pria lain di Jalan PT Muara
Sungai Landak (MSL), Sungai Nipah, Kamis (7/5/2026) pagi.
Insiden mengerikan itu dipicu
perselisihan melalui Messenger Facebook sekitar pukul 07.20 WIB. Percakapan
yang awalnya sekadar saling sindir berubah panas hingga korban menantang pelaku
untuk bertemu langsung di lokasi sepi.
Tantangan tersebut ternyata
ditanggapi serius. Pelaku yang saat itu berada di depan rumah kemudian melihat
korban melintas dan langsung membuntutinya menuju Jalan PT MSL.
Setibanya di lokasi, keduanya
kembali terlibat cekcok sengit. Ketegangan memuncak ketika korban turun dari
sepeda motor dan kembali menantang pelaku. Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku
diduga kehilangan kendali lalu menghunus parang panjang jenis seleng dan
menyerang korban secara brutal.
Tebasan pertama mengenai bahu
kiri dan punggung korban. SR sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari,
namun nahas ia tersandung tumpukan kayu hingga terjatuh.
Melihat korban tak berdaya,
pelaku kembali melancarkan serangan menggunakan pisau. Tikaman diarahkan ke
bagian perut, sementara wajah korban juga mengalami luka serius akibat sabetan
senjata tajam.
Dalam kondisi bersimbah darah,
korban masih sempat berteriak meminta tolong kepada warga sekitar sebelum
akhirnya dievakuasi. Namun nyawanya tak tertolong akibat luka parah yang
diderita.
Kasatreskrim Polres Mempawah, AKP
M. Ginting, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut tragedi maut itu dipicu
konflik di media sosial yang berujung aksi kekerasan.
“Peristiwa ini dipicu
perselisihan di media sosial yang kemudian berlanjut ke pertemuan di lokasi
kejadian. Saat bertemu, terjadi cekcok hingga pelaku melakukan penganiayaan
menggunakan senjata tajam,” ujar Ginting.
Peristiwa ini sontak menghebohkan
warga Jongkat. Banyak warga menyayangkan pertikaian di dunia maya harus
berakhir tragis dan merenggut nyawa. Polisi kini masih melakukan pendalaman
terkait motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut. (tim liputan).
Editor : Heri
