Kolaborasi Pemuda dan Mahasiswa Kalbar Lawan Kabut Asap, Gerakan “Rakyat Bantu Rakyat” Menguat

Editor: Redaksi author photo
Kolaborasi Pemuda dan Mahasiswa Kalbar Lawan Kabut Asap

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) Kepulan kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat mendorong pemuda dan mahasiswa mengambil langkah nyata.

 

Tak ingin hanya menjadi penonton di tengah kondisi udara yang semakin memprihatinkan, sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kalimantan Barat berkolaborasi mendirikan posko bantuan kemanusiaan di Pontianak.

 

Gerakan tersebut melibatkan Forum Komunikasi Pemuda Ketapang (FKBK), Forum Pemuda Kalimantan Barat (FOMDA KALBAR), Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Kalbar, serta Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) Kalimantan Barat.

 

Kolaborasi lintas organisasi ini menjadi bentuk respons cepat terhadap dampak Karhutla, khususnya memburuknya kualitas udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

 

Kabut asap tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap perlindungan dasar seperti masker dan air minum menjadi semakin penting.

 

“Rakyat Bantu Rakyat”

 

Dengan mengusung semangat “Rakyat Bantu Rakyat”, posko gabungan tersebut menjadi tempat pengumpulan sekaligus penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pemuda dan mahasiswa sibuk mempersiapkan bantuan untuk didistribusikan. Kotak-kotak air mineral serta masker kesehatan terlihat telah disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat.

 

Bantuan tersebut sengaja difokuskan pada kebutuhan yang dinilai paling mendesak di tengah kondisi kabut asap.

 

“Aksi ini murni bentuk kepedulian kita sesama warga Kalimantan Barat. Kami melihat kondisi udara di Pontianak yang terus memburuk, dan sebagai generasi muda, kita tidak bisa tinggal diam,” ujar Syariful, perwakilan FKBK.

 

Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

Masker dan Air Minum Jadi Bantuan Utama

 

Perwakilan FOMDA KALBAR, Syarif Falmu, mengatakan pihaknya memilih bantuan masker dan air mineral karena kedua kebutuhan tersebut dianggap paling relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

 

Masker dapat membantu mengurangi paparan langsung partikel asap, sementara konsumsi air yang cukup penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi.

 

“Kami fokus pada bantuan yang paling mendesak saat ini, yaitu masker dan air minum. Tujuannya adalah untuk sedikit meringankan beban masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka,” kata Syarif Falmu.

 

Ia menegaskan, aksi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama yang diharapkan dapat terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

 

Tak Hanya Bantuan, Pemerintah Didorong Bertindak

 

Selain menggalang bantuan, pemuda dan mahasiswa juga menyerukan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung.

 

Masyarakat diimbau memperhatikan kondisi kesehatan, terutama kelompok rentan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

 

Di sisi lain, organisasi yang terlibat dalam posko tersebut juga mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait agar memperkuat upaya penanggulangan Karhutla.

 

Menurut mereka, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah membesar atau kabut asap sudah menyelimuti permukiman. Pencegahan, penanganan sumber api, pengawasan lahan, hingga solusi jangka panjang harus menjadi perhatian bersama.

 

Mereka berharap persoalan Karhutla tidak terus berulang setiap tahun dan masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan akibat dampaknya.

 

Posko Masih Terbuka untuk Donasi

 

Posko bantuan yang digawangi FKBK, FOMDA KALBAR, BEM SI, dan BEM NUS KALBAR tersebut masih membuka ruang bagi masyarakat maupun para dermawan yang ingin ikut berpartisipasi.

 

Bantuan yang terkumpul nantinya akan diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah kondisi kabut asap.

 

Gerakan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemuda dan mahasiswa tidak hanya mampu menyuarakan persoalan sosial, tetapi juga dapat hadir langsung melalui aksi kemanusiaan.

 

Di tengah ancaman kabut asap, kolaborasi lintas organisasi ini menjadi pesan bahwa menghadapi bencana bukan hanya tugas pemerintah. Kepedulian masyarakat, solidaritas pemuda, dan aksi nyata menjadi kekuatan penting untuk saling membantu menghadapi situasi sulit. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini