KALBARNEWS.ID (PONTIANAK) — Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, sukses meraih gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah melewati laga final penuh drama di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak. Dejan/Apriyani harus bekerja keras untuk menundukkan wakil China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun, dalam pertarungan sengit tiga game.
Sejak game pertama, kedua pasangan langsung terlibat dalam jual beli serangan. Perolehan
angka berlangsung ketat hingga penghujung gim. Namun, pasangan China Taipei
mampu tampil lebih tenang dan mengamankan game pertama dengan skor 21-19.
Memasuki game kedua, Dejan/Apriyani berusaha bangkit. Kedua pasangan kembali saling kejar
angka sejak awal pertandingan. Indonesia sempat tertinggal dua poin, tetapi
mampu menyamakan kedudukan menjadi 10-10. Dejan/Apriyani kemudian berbalik
unggul 12-11, tetapi Lin/Sun segera merespons dan kembali menyamakan skor
menjadi 12-12.
Persaingan semakin sengit memasuki fase akhir game kedua. Pasangan China Taipei sempat menjauh dengan keunggulan 16-13. Namun, Dejan/Apriyani menunjukkan mental juara dengan terus mengejar hingga berbalik unggul 17-16. Sheng Ming Lin kemudian menghentikan momentum Indonesia lewat sebuah smash keras yang membuat skor kembali imbang 17-17.
Drama semakin memuncak ketika kedua pasangan memasuki
poin-poin kritis. Skor sempat sama kuat 19-19 dan 20-20, sehingga game harus
dilanjutkan melalui deuce.
Kejar-kejaran
angka terus terjadi. Kedua pasangan tidak memberikan kesempatan untuk menjauh,
dengan skor berturut-turut 21-21, 22-22 hingga 23-23. Dukungan penuh penonton
yang memadati GOR Terpadu Ahmad Yani menjadi tambahan energi bagi
Dejan/Apriyani. Pasangan Indonesia akhirnya mampu merebut keunggulan 26-25
sebelum menutup gim kedua dengan kemenangan dramatis 27-25.
Kemenangan
tersebut membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 dan memaksa pertandingan
ditentukan melalui gim ketiga. Pada gim penentuan, Dejan/Apriyani langsung
bermain agresif. Mereka membuka keunggulan 3-1 dan terus menjaga momentum
hingga memimpin 7-3.
Lin/Sun mulai
berada dalam tekanan. Beberapa pengembalian bola yang kurang sempurna membuat
pasangan China Taipei melakukan sejumlah kesalahan sendiri. Kondisi tersebut
dimanfaatkan Dejan/Apriyani untuk memperlebar keunggulan menjadi 10-4. Indonesia
pun menutup interval gim ketiga dengan keunggulan 11-6.
Namun,
pertandingan belum berakhir. Lin/Sun bangkit selepas interval dan perlahan
memangkas jarak. Perlawanan keras pasangan China Taipei membuat skor kembali
imbang 12-12. Dejan/Apriyani tidak panik. Mereka kembali meningkatkan tempo
permainan dan berhasil merebut momentum. Perlahan tetapi pasti, pasangan
Indonesia kembali menjauh hingga unggul 19-16.
Di tengah sorakan
penonton, Dejan/Apriyani akhirnya memastikan kemenangan setelah menutup gim
ketiga dengan skor 21-19. Dengan hasil tersebut, Dejan Ferdinansyah/Apriyani
Rahayu menang 2-1 atas Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun dan resmi mengunci gelar
juara ganda campuran Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Gelar ini
sekaligus menjadi penutup manis bagi perjuangan pasangan Indonesia dalam
turnamen yang berlangsung di Pontianak tersebut. (tim liputan).
Editor : Heri
