KALBARNEWS.CO.ID (KENDAWANGAN) – Bupati Ketapang Alexander Wilyo pada Minggu (30 Agustus 2026) berada di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Natai Belian, Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, guna memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada para petugas yang bertugas di lapangan.Bupati Ketapang Serahkan Bantuan dan Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Lingkungan
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Kendawangan, yakni Camat Kendawangan, Kapolsek Kendawangan, Danramil Kendawangan, unsur LANAL Kendawangan, Tim Supervisi Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Inf. Edwart Tampubolon dan Kolonel Inf. Vinsen, Satgas Karhutla PT BGA Region Kendawangan, BPBD, relawan, serta tim gabungan lainnya.
Sebelum menuju lokasi kebakaran, Bupati bersama rombongan menyerahkan bantuan berupa suplemen, minuman, dan kebutuhan pendukung lainnya kepada Tim Satgas Karhutla Gabungan di Posko Karhutla Kecamatan Kendawangan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada para petugas yang terus berjuang di tengah kondisi cuaca panas dan medan yang tidak mudah.
" Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla. Menurut saya, kerja keras dan dedikasi para petugas merupakan wujud nyata pengabdian dalam melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran," tegas Bupati.
“Terima kasih juga kepada seluruh petugas gabungan, relawan, dan semua pihak yang terus bekerja tanpa kenal lelah. Apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk pengabdian yang sangat berarti bagi masyarakat dan daerah,” ungkapnya.
Saat berada di lokasi, Bupati berdialog dengan petugas untuk mendengarkan perkembangan penanganan Karhutla sekaligus memastikan kebutuhan yang diperlukan di lapangan dapat terpenuhi dengan baik.
Bupati Ketapang juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Di tengah musim kemarau, kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat atau petugas apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Tak lupa, Bupati Alexander Wilyo berpesan kepada seluruh personel yang bertugas agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, serta memperkuat koordinasi dan kekompakan dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
Kepedulian dan Gotong Royong Menjaga Rumah Besar Ketapang
Lebih lanjut dikatakan Bupati, penanganan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Kebakaran hutan dan lahan memberikan pelajaran bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan bencana.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat juga menjadi cerminan filosofi “Ketapang adalah Rumah Besar Kita Bersama.” Ketika menghadapi tantangan, seluruh elemen daerah bergerak dalam satu barisan untuk melindungi rumah besar yang kita cintai ini.
Semoga kondisi sulit ini segera berakhir dan ketenangan kembali menaungi kita. Penanganan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama kita semua. Mari kita terus menjaga alam yang telah menghidupi kita, merapatkan barisan dalam semangat gotong royong, serta saling melindungi satu sama lain. Bersama, kita jaga Kabupaten Ketapang agar tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, sehat, dan penuh kedamaian bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," harapanya. (Fendi's/Tim)