7.329 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Ketapang dan Kubu Raya Jadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak
KALBARNEWS.CO.ID (KALBAR) – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih tinggi. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, terhitung 29 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 7.329 titik panas (hotspot) di seluruh Kalbar.
Dari jumlah tersebut, 6.234 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 942 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 153 titik tingkat kepercayaan rendah.
Ketapang menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni mencapai 3.374 titik, terdiri dari 398 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Disusul Kubu Raya sebanyak 1.295 titik, dengan 148 titik tingkat kepercayaan tinggi.
Selanjutnya, Kayong Utara tercatat 773 titik, Melawi 712 titik, Sintang 338 titik, Sanggau 222 titik, Sekadau 203 titik, Kapuas Hulu 184 titik, Mempawah 100 titik, Landak 62 titik, Sambas 38 titik, Singkawang 18 titik, Bengkayang 6 titik, dan Pontianak 4 titik.
Sebaran hotspot yang sangat luas ini menunjukkan kewaspadaan terhadap karhutla masih harus ditingkatkan, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi.
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar seperti NOAA-20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Data tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan/lahan atau anomali suhu panas dibandingkan kondisi sekitarnya.
Namun, BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah yang tertutup awan atau berada di area blank zone dapat menyebabkan hotspot tidak terdeteksi.
Masyarakat diminta tidak lengah. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas. (tim Liputan)
Editor : Aan