Cegah Radikalisme Sejak Dini, Kesbangpol Kalbar Libatkan Orang Tua dan Guru dalam Roadshow Anti Terorisme

Editor: Redaksi author photo
Kesbangpol Kalbar Libatkan Orang Tua dan Guru dalam Roadshow Anti Terorisme

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Roadshow Anti Terorisme Tahun 2026 di Ruang Khatulistiwa Hotel Aston Pontianak, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui lingkungan keluarga dan sekolah.

 

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari Pengurus dan Anggota TP PKK Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 10 orang, TP PKK Kota Pontianak sebanyak 10 orang, TP PKK Kabupaten Kubu Raya sebanyak 10 orang, serta 70 peserta yang merupakan perwakilan Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Guru Agama, dan perwakilan orang tua murid dari SMA Negeri 1 hingga SMA Negeri 14 Pontianak.

 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa ancaman radikalisme dan terorisme kini tidak hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi juga dapat memengaruhi generasi muda melalui berbagai media, terutama ruang digital.

 

"Upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan sekolah. Orang tua dan guru memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendeteksi sejak dini apabila terdapat perubahan perilaku anak yang mengarah pada paham radikalisme," ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga Kalimantan Barat tetap aman, damai, dan terbebas dari pengaruh ideologi kekerasan.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Fanny Meviyanto, S.STP., M.AP., mengatakan kegiatan roadshow ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas orang tua dan tenaga pendidik dalam mengenali serta mencegah potensi penyebaran paham radikal di lingkungan rumah maupun sekolah.

 

"Melalui kegiatan ini kami berharap peserta mampu mengenali tanda-tanda awal perubahan perilaku anak yang berpotensi terpapar paham radikalisme maupun konten-konten bermuatan kekerasan. Selain itu, peserta juga diharapkan memiliki kemampuan untuk mengarahkan anak agar lebih kritis terhadap informasi, termasuk membedakan berita hoaks dan mengetahui langkah konkret apabila menemukan indikasi paparan paham radikal," jelasnya.

 

Fanny menambahkan, salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membangun lingkungan rumah dan sekolah yang tangguh dalam menangkal penyebaran paham radikalisme melalui penguatan komunikasi antara orang tua, guru, dan seluruh pemangku kepentingan.

 

"Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, diharapkan pengawasan dini terhadap potensi radikalisasi dapat berjalan lebih efektif sehingga generasi muda Kalimantan Barat memiliki daya tangkal yang kuat terhadap berbagai bentuk ancaman ekstremisme," pungkasnya.

 

Melalui Roadshow Anti Terorisme Tahun 2026 ini, Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat berharap tercipta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta bersama-sama mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme sejak dini. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini