KALBARNEWS.CO.ID (MEMPAWAH) - Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan gratis bagi masyarakat di Desa Pak Laheng, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.Wujudkan SDGs Kesehatan, Untan Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Kesehatan di Desa Pak Laheng
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-67 Untan ini merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Kegiatan ini didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Selain itu, layanan kesehatan juga diperkuat oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Untan.
Pelayanan yang diberikan meliputi pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, konsultasi hasil pemeriksaan, hingga pembagian obat bagi warga yang membutuhkan. Melalui kolaborasi tersebut, panitia juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini menghadirkan layanan kesehatan gratis sekaligus edukasi kesehatan bagi masyarakat setempat.
Wakil Rektor IV Untan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., IPU mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pilar ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat.
Selain memberikan layanan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi kesehatan bagi warga.
“Dalam rangka Dies Natalis Untan ke-67, kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan. Jadi tidak hanya aspek kesehatannya, tetapi juga ada aspek pendidikannya,” ujar Rustamadji.
Ia menjelaskan, Desa Pak Laheng dipilih sebagai lokasi kegiatan karena di wilayah tersebut terdapat kebun pendidikan milik Untan. Momentum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat yang berada di sekitar kawasan kebun pendidikan tersebut.
“Kami ingin kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan di banyak tempat. Namun kali ini kami memilih Pak Laheng karena di sini terdapat kebun pendidikan Untan, sehingga sekaligus menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar,” katanya.
Kepala Klinik Pratama Untan, dr. Eka Ardiani Putri, M.Mkes., MH. mengatakan kegiatan tersebut melibatkan seluruh sumber daya manusia (SDM) dari Klinik Pratama Untan yang berjumlah sekitar 30 orang.
"Alhamdulillah kami mendapat bantuan dari teman-teman dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalbar, IDI Kabupaten Mempawah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kalbar dan Mempawah. Kemudian teman-teman dari perhimpunan penyakit dalam, penyakit kulit, hingga organisasi MedDoc juga hadir bersama dalam kegiatan di Toho ini," ujar dr. Eka.
Menurutnya, dipilihnya Kecamatan Toho sebagai lokasi bakti sosial bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu area perkebunan milik Universitas Tanjungpura yang ke depan akan dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
"Kami memang sengaja turun lapangan khusus ke Toho karena ini adalah salah satu perkebunan Universitas Tanjungpura yang akan kami kembangkan, terutama untuk kesehatan masyarakat di wilayah Toho. Jadi kami membuat dua kegiatan, yaitu edukasi kesehatan dan juga pelayanan kesehatan," katanya.
Dokter Eka menjelaskan, kegiatan bakti sosial ini baru dilaksanakan selama satu hari. Namun, pihaknya membuka peluang untuk melakukan tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
"Kalau memang nanti ada yang perlu dirujuk, kita lihat dulu tingkatannya. Apakah cukup dirujuk ke pusat layanan kesehatan di Toho, kemudian ke Mempawah, atau jika memang membutuhkan penanganan lebih serius akan dirujuk ke Pontianak, khususnya ke Rumah Sakit Universitas Tanjungpura," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, dr. Mira Delima Asikin, MMR., Sp.PD, FINASIM., menambahkan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDPI) Cabang Kalimantan Barat menemukan banyak warga di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, menderita hipertensi saat melaksanakan pemeriksaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sejumlah warga yang diperiksa mengalami hipertensi grade 2 yang membutuhkan penanganan dan pengawasan kesehatan secara berkelanjutan.
"Memang rata-rata masyarakat yang kami periksa menderita hipertensi. Ada yang grade 1 dan ada juga yang grade 2. Beberapa yang kami periksa bahkan sudah masuk hipertensi grade 2," ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama, terutama dari tenaga kesehatan dan masyarakat, agar penanganan hipertensi dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.
Mira menegaskan, langkah utama dalam mencegah hipertensi adalah edukasi sejak dini. Masyarakat perlu memahami pola hidup sehat, terutama mengurangi konsumsi garam yang berlebihan.
"Pencegahannya sederhana, salah satunya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu asin. Bahkan pencegahan hipertensi harus dimulai sejak dini, sejak balita. Bayi di bawah satu tahun diusahakan tidak mengonsumsi garam dan gula berlebihan agar ketika dewasa tidak terbiasa dengan pola makan yang meningkatkan risiko hipertensi," jelasnya.
Ia berharap kegiatan bakti sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan, tidak hanya di Kecamatan Toho tetapi juga di wilayah lain di Kalimantan Barat.
"Kegiatan bakti sosial ini sangat baik. Harapan kami ke depan dapat terus dilakukan di Kecamatan Toho maupun kecamatan lainnya demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kalimantan Barat," pungkasnya. (tim Liputan)
Editor : Aan