Wasit Final Liga 4 Kalbar Disorot, PSSI Kalbar Siap Lakukan Investigasi dan Evaluasi

Editor: Redaksi author photo
Ketua PSSI Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan wasit pada laga final Liga 4 Piala Gubernur Kalimantan Barat musim 2025/2026.

 

Laga final yang mempertemukan Persiwah Mempawah melawan PS Kubu Raya digelar di Lapangan GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Pontianak, Minggu (8/2/2026), dan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persiwah Mempawah. Persiwah menorehkan sejarah baru dengan gelar juaranya, sementara laga sendiri berlangsung dengan tensi tinggi yang disaksikan ribuan penonton.

 

Pasca pertandingan, PSSI Kalbar menerima berbagai masukan dan catatan dari sejumlah pihak terkait jalannya laga final. Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah kejadian di babak pertama yang terekam dalam cuplikan video pertandingan dan memunculkan beragam penafsiran dari publik.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua PSSI Kalimantan Barat, Suyanto Tanjung, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti seluruh laporan dan melakukan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.

 

Ia menegaskan bahwa sebelum laga final digelar, PSSI Kalbar telah memberikan arahan kepada perangkat pertandingan agar memimpin laga secara netral dan menjunjung tinggi prinsip fair play.

 

Menambahkan suara dari pemerintah daerah, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, khususnya tim PS Kubu Raya atas semangat juangnya meskipun belum berhasil keluar sebagai juara.

 

Ia menegaskan bahwa kemenangan dan kekalahan adalah bagian wajar dari olahraga, dan sportivitas harus selalu dijunjung tinggi oleh semua pihak.

 

Namun, Sujiwo juga menyatakan sejumlah catatan penting terkait kinerja wasit yang memimpin pertandingan final. Menurutnya, terdapat beberapa keputusan wasit yang dianggap kontroversial, termasuk insiden dugaan handball yang menurutnya layak mendapat penalti serta beberapa pelanggaran lainnya di babak pertama.

 

Bukti berupa rekaman video dari momen-momen tersebut akan disampaikan kepada PSSI Kalbar sebagai bahan evaluasi.

 

“Video-video itu akan saya kirim ke PSSI agar bisa dievaluasi demi kemajuan sepak bola kita,” ujar Sujiwo, yang juga menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab moral dan profesionalisme wasit dan juri agar setiap pertandingan berjalan adil dan kompetitif.

 

PSSI Kalbar berharap proses evaluasi ini dapat menjadi bahan perbaikan ke depan demi kemajuan dan kualitas sepak bola di Kalimantan Barat secara berkelanjutan. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini