Bupati Kubu Raya Dorong Guru Jadi Teladan, Janji Perjuangkan Revitalisasi Sekolah

Editor: Redaksi author photo

 Bupati Kubu Raya Dorong Guru Jadi Teladan, Janji Perjuangkan Revitalisasi Sekolah
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)  — Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pentingnya menjadikan kegiatan Pekan Olah Raga, Seni dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat dan kebersamaan para guru.

Hal itu disampaikan Sujiwo saat menghadiri kegiatan Seleksi PORSENIJAR PGRI Kabupaten Kubu Raya Tahun 2026 dalam rangka menyambut HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN), Senin (28/9/2026), di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Menurutnya, PORSENIJAR bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membahagiakan para guru serta menjaring bibit terbaik yang nantinya dapat mewakili Kubu Raya di tingkat Provinsi Kalimantan Barat hingga tingkat nasional.

“Ini menjadi momen untuk merajut tali silaturahmi sesama guru, menjadi ajang untuk menyenangkan dan membahagiakan hati para atlet yang mewakili masing-masing kabupaten. Ini juga untuk menjaring bibit internal guru,” ujar Sujiwo.

Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo juga menyampaikan komitmennya memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, salah satunya melalui revitalisasi bangunan sekolah negeri.

Ia menargetkan persoalan sarana fisik TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri di Kubu Raya dapat dituntaskan secara bertahap hingga 2028.

“Kita akan memperjuangkan revitalisasi pembangunan fisik TK Negeri, SD Negeri dan SMP Negeri. Dengan kondisi sekarang, kurang lebih 60 sampai 70 persen. Dua tahun lagi harus selesai,” tegasnya.

Selain sekolah negeri, Sujiwo mengatakan pihaknya juga akan memperjuangkan peningkatan sarana pendidikan swasta melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait.

Menurutnya, kualitas pendidikan harus diawali dari tersedianya bangunan sekolah yang aman, layak, bersih dan nyaman bagi peserta didik maupun guru.

Di sisi lain, Sujiwo menegaskan dirinya akan menjadi pelindung bagi ASN yang menjalankan tugas dengan baik dan mematuhi seluruh aturan. Namun, perlindungan tersebut tidak berlaku bagi ASN yang melakukan pelanggaran etika, moral maupun hukum.

“Saya akan menjadi orang tua yang baik, sebaik-baiknya orang tua. Saya akan menjadi pagar yang kokoh dan benteng yang kuat untuk seluruh ASN yang memang baik dan sudah melakukan pengabdiannya dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan, apabila terdapat ASN yang melakukan pelanggaran, dirinya tidak akan memberikan perlindungan.

“Kalau sampai ada yang melakukan pelanggaran etika, moral, apalagi hukum, saya orang yang pertama kali akan meminta kepada Pak Kapolres, Pak Kajari untuk menindak. Yang baik kita lindungi, yang tidak baik kita berikan pembelajaran,” ujarnya.

Khusus kepada para guru, Sujiwo mengingatkan pentingnya keteladanan sebagaimana nilai yang diwariskan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Menurutnya, guru harus mampu menjadi contoh di depan, membangun semangat di tengah, sekaligus memberikan dorongan dari belakang.

“Guru itu digugu dan ditiru. Karena itu, guru harus menjadi contoh yang baik bagi murid, orang tua murid dan sesama guru,” katanya.

Sujiwo juga meminta para guru menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab tanpa semata-mata menghitung keuntungan pribadi.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru di tengah kondisi keuangan daerah yang masih menghadapi keterbatasan, termasuk melalui perjuangan peningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sesuai kemampuan dan regulasi daerah.

“Lakukanlah kewajibanmu dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah menghitung untung ruginya,” pesan Sujiwo.

Ia mengatakan kepemimpinan yang dijalankan bukan semata-mata mengenai kekuasaan, melainkan memberikan contoh dan keteladanan.

“Bagi saya, kepemimpinan itu bukan tentang kekuasaan, tetapi tentang contoh dan keteladanan,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini