KALBARNEWS.CO.ID PONTIANAK— Universitas Tanjungpura (UNTAN) mencatat peningkatan signifikan dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings tahun ini. Setelah sebelumnya berada di peringkat 64, UNTAN kini berhasil menembus jajaran 50 besar perguruan tinggi dalam pemeringkatan kampus berkelanjutan tersebut.
Peningkatan peringkat ini menjadi salah satu indikator semakin kuatnya upaya UNTAN dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus, mulai dari aspek keamanan dan keselamatan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, fasilitas pejalan kaki, hingga pendidikan, penelitian, dan aktivitas mahasiswa yang berkaitan dengan isu keberlanjutan.
Ketua Tim UI Greenmetric sekaligus Dosen Jurusan Biologi FMIPA UNTAN, Irwan Lovadi, S.Si., M.App.Sc., PhD, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan secara pasti aspek infrastruktur mana yang memberikan kontribusi paling besar terhadap kenaikan peringkat tersebut.
”Tim UI GreenMetric UNTAN, masih menunggu sertifikat serta penjelasan lengkap dari UI GreenMetric mengenai capaian UNTAN pada pemeringkatan tahun ini. Namun, berdasarkan hasil simulasi internal, salah satu indikator yang diperkirakan memberikan kontribusi adalah aspek keamanan dan keselamatan di lingkungan kampus. Tahun ini, Tim UI GreenMetric UNTAN melengkapi sejumlah data pendukung, di antaranya terkait ketersediaan kamera pengawas atau CCTV serta jarak kampus dengan fasilitas pendukung untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti pemadam kebakaran dan pos kepolisian.” kata Irwan, kamis (17/9/26).
Dari sisi energi dan perubahan iklim, UNTAN juga telah melakukan sejumlah langkah penghematan energi. Rektor UNTAN mengeluarkan surat edaran mengenai penghematan penggunaan energi listrik di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya mendukung prinsip keberlanjutan.
”Efisiensi energi juga dilakukan melalui penggunaan lampu LED yang lebih hemat energi. Saat ini, mayoritas lampu penerangan di lingkungan kampus telah menggunakan teknologi tersebut sebagai pengganti lampu bohlam konvensional.” lanjutnya.
Sementara dalam pengelolaan limbah, UNTAN menggandeng pihak ketiga untuk melakukan pengolahan lebih lanjut terhadap limbah bahan berbahaya dan beracun atau B3. Selain itu, fasilitas kesehatan UNTAN juga telah memiliki instalasi pengolahan air limbah. Sistem tersebut memungkinkan air hasil pengolahan dilepas kembali ke lingkungan setelah melalui proses pengolahan dan pemantauan. Menurut Irwan, kondisi tersebut juga didukung hasil pemantauan dari dinas terkait.
Pada aspek transportasi dan fasilitas ramah pejalan kaki, UNTAN memiliki trotoar serta koridor penghubung antargedung yang dinilai memadai untuk mendukung mobilitas pejalan kaki di lingkungan kampus.Fasilitas parkir kendaraan bagi penyandang disabilitas juga telah tersedia di sejumlah titik di kawasan kampus.
Tidak hanya infrastruktur, penilaian keberlanjutan juga dilakukan melalui aspek pendidikan, penelitian, dan aktivitas mahasiswa.
”Tim UI GreenMetric UNTAN mendata kurikulum yang diterapkan di berbagai program studi. Dari proses tersebut, ditemukan sejumlah mata kuliah yang mengangkat tema keberlanjutan di beberapa fakultas. Selain melalui pendidikan, sejumlah dosen UNTAN juga melakukan penelitian yang berkaitan dengan isu keberlanjutan. Di tingkat mahasiswa, berbagai kegiatan dengan tema serupa juga telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 hingga 2026.” tambah Irwan.
Irwan menegaskan, peningkatan peringkat tersebut tidak membuat UNTAN berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, capaian ini menjadi bagian dari proses untuk memperkuat komitmen kampus dalam menerapkan prinsip keberlanjutan secara lebih menyeluruh.
”UNTAN, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program yang mendukung keberlanjutan di lingkungan kampus. Salah satunya melalui program *EcoVibes* yang mulai dijalankan pada akhir tahun ini. Program EcoVibes akan diarahkan untuk mendukung pemenuhan berbagai indikator dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Sejumlah kegiatan yang direncanakan antara lain pelatihan pertolongan pertama atau first aid, konservasi ayam khas Kalimantan Barat, serta berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan.” Pungkasnya,
Dengan berbagai langkah tersebut, peningkatan posisi UNTAN dari peringkat 64 hingga masuk 50 besar UI GreenMetric tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya keberlanjutan, bukan hanya dalam pembangunan fisik kampus, tetapi juga dalam proses pendidikan, penelitian, kegiatan mahasiswa, serta kehidupan sehari-hari seluruh sivitas akademika.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya menuju kampus berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga seluruh warga kampus.
