Prakiraan Cuaca Kalbar Sepekan: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur 15–21 September
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Kabar baik di tengah kondisi kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hujan mulai berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, potensi hujan diperkirakan terjadi mulai Selasa, 15 September hingga Senin, 21 September 2026, dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga sedang.
Pada 15 September, hujan ringan berpotensi terjadi di Kota Pontianak, Kubu Raya, Melawi, dan Sekadau. Sementara hujan sedang berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kota Singkawang, Landak, Mempawah, Sambas, Sanggau, dan Sintang.
Memasuki 16 September, potensi hujan ringan mencakup Kayong Utara dan Kota Pontianak. Hujan sedang berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, dan Sanggau. Sintang bahkan masuk kategori hujan lebat hingga sangat lebat.
Pada 17 September, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Kayong Utara, Ketapang, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau. Hujan sedang berpotensi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Melawi, Sanggau, dan Sintang.
Potensi hujan kemudian masih muncul pada 18–21 September, meski cakupan dan intensitasnya berubah-ubah. Pada 20 September, BMKG bahkan mencatat tidak ada wilayah yang masuk kategori hujan sedang maupun hujan lebat-sangat lebat.
Sementara itu, pada 21 September, hujan ringan kembali berpotensi terjadi di Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang. Hujan sedang berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Munculnya potensi hujan ini menjadi angin segar bagi wilayah yang sebelumnya menghadapi kekeringan, sekaligus diharapkan membantu menekan risiko karhutla di Kalimantan Barat. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca karena intensitas hujan dapat berbeda antarwilayah. (Tim Liputan)
Editor : Aan