Kemarau Melanda, FPK Kalbar dan Majelis Gereja HKBP Pontianak Bagikan Air Siap Konsumsi untuk Warga

Editor: Redaksi author photo
FPK Kalbar dan Majelis Gereja HKBP Pontianak Bagikan Air Siap Konsumsi untuk Warga

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat bersama Majelis Gereja HKBP Pontianak, dengan dukungan Pemerintah Kota Pontianak melalui BPBD Kota Pontianak, melaksanakan kegiatan berbagi air bersih siap konsumsi kepada masyarakat.

Bantuan air tersebut diberikan kepada jemaat di lingkungan Gereja HKBP Pontianak serta masyarakat umum di sekitar Jalan Pulau We, Kota Baru, Pontianak, yang saat ini membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Ketua FPK Kalbar, H. Burhanudin Ahad, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak melalui BPBD yang telah bersinergi dengan FPK dan Majelis Gereja HKBP Pontianak dalam membantu masyarakat.

 

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak melalui BPBD yang telah bersinergi bersama FPK dan Majelis Gereja HKBP Pontianak. Saat ini masyarakat sangat membutuhkan air. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga,” ujarnya.

 

Kondisi sulitnya mendapatkan air konsumsi semakin dirasakan masyarakat selama musim kemarau. Warga mengaku kesulitan memperoleh air yang layak untuk diminum. Air PDAM yang tersedia disebut warga sudah terasa asin sehingga tidak dapat digunakan sebagai air konsumsi.

 

Akibatnya, warga harus mengandalkan depot-depot air minum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, pasokan air di sejumlah depot juga sulit diperoleh. Bahkan, ketika tersedia, harga air disebut mengalami kenaikan cukup tinggi.

 

Jika biasanya harga air minum sekitar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per galon, saat kondisi sulit harganya bisa mencapai Rp15 ribu per galon.

 

Salah satu jemaat HKBP Pontianak, T. Siahaan, mengapresiasi kepedulian FPK Kalbar yang telah memfasilitasi kebutuhan air bagi jemaat dan warga sekitar gereja.

 

“Ini sangat membantu kami, khususnya jemaat dan masyarakat sekitar yang membutuhkan air. Kami mengucapkan terima kasih kepada FPK Kalbar, Majelis Gereja HKBP Pontianak dan Pemerintah Kota Pontianak yang sudah peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

 

Hal senada disampaikan Rahmi, warga sekitar Jalan Pulau We, Kota Baru, Pontianak. Ia mengatakan kondisi kemarau membuat masyarakat semakin kesulitan mendapatkan air untuk dikonsumsi.

 

“Sekarang air sangat sulit didapat. Air PDAM sudah asin, jadi untuk minum kami harus membeli air di depot. Itu pun susah didapat dan harganya bisa sampai Rp15 ribu per galon. Kalau normal biasanya hanya sekitar Rp5 ribu sampai Rp6 ribu,” ujar Rahmi.

 

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada FPK Kalbar, Majelis Gereja HKBP Pontianak dan Pemerintah Kota Pontianak yang telah hadir membantu kebutuhan dasar masyarakat.

 

Kegiatan berbagi air ini menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong lintas elemen masyarakat untuk membantu warga menghadapi keterbatasan air bersih selama musim kemarau. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini