Kejuaraan Pencak Silat Danyon Parako 466 Pasgat Cup Warnai Peringatan HUT Korpasgat

Editor: leoian790@gmail.com author photo



KALBARNEWS.CO.ID KUBU RAYA - Pencak silat tidak hanya menjadi cabang olahraga yang melahirkan atlet-atlet berprestasi. Lebih dari itu, pencak silat merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang di dalamnya terdapat nilai-nilai disiplin, ketangguhan, penghormatan, serta budi pekerti.

Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Provinsi Open Tournament Pencak Silat Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026 dalam rangka HUT Korpasgat yang berlangsung di Batalyon Parako 466 Pasgat Supadio, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (14/9/2026). 

Kejuaraan ini diikuti sekitar 800 peserta dari berbagai daerah di Prov. Kalbar dan menjadi salah satu ajang pembinaan pencak silat yang mempertemukan atlet dari berbagai kelompok usia. Danyon Parako 466 Pasgat, Letkol Pas Adim Dwi Prasanda yang membuka kejuaraan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, para atlet, pelatih, wasit dan juri, serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penyelenggaraan kejuaraan.

Menurut Danyon Parako 466 Pasgat, pencak silat memiliki posisi istimewa karena menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan dunia. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.

"Alhamdulillah, saya sangat bangga karena salah satu warisan budaya Indonesia, yaitu pencak silat, telah diakui dunia. Ini warisan yang harus terus kita lestarikan, kembangkan, dan yang tidak kalah penting adalah melakukan regenerasi," ujarnya.

Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kejuaraan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, atlet berprestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses latihan dan kompetisi yang dilakukan secara rutin dan bertahap.

Karena itu, Yon Parako 466 Pasgat Pemprov Kalbar akan terus mendukung pembinaan olahraga, termasuk pencak silat, melalui berbagai ruang pelatihan dan komunitas. Pembinaan juga perlu dilakukan sejak lingkungan sekolah agar semakin banyak anak muda yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakatnya.

"Pembinaan harus dimulai sejak usia dini. Melalui KONI dan IPSI, kemudian sekolah-sekolah, kita ingin terus mencetak generasi emas di bidang olahraga, khususnya pencak silat," katanya.

Kejuaraan Tingkat Provinsi Open Tournament Pencak Silat Danyon Parako 466 Pasgat Cup 2026 dinilai memiliki nilai strategis karena menghadirkan kategori pertandingan yang cukup lengkap, mulai dari Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja, Remaja, hingga Dewasa. Untuk Pemprov Kalbar, pola tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berjenjang. Anak-anak yang sejak dini terbiasa mengikuti pertandingan akan memiliki pengalaman dan mental bertanding yang lebih baik ketika memasuki kelompok usia berikutnya.

Danyon Parako 466 Pasgat menegaskan bahwa pencak silat tidak semata-mata tentang mengejar kemenangan dan medali. 

"Pencak silat tidak hanya melatih fisik, daya tahan dan ketangkasan. Di dalamnya ada disiplin, ketangguhan mental, budi pekerti dan rasa hormat. Nilai-nilai inilah yang penting untuk terus diwariskan kepada anak-anak kita," katanya.

Ia berharap arena pertandingan di Batalyon Parako 466 Pasgat Supadio dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan hasil dari latihan yang selama ini mereka jalani di padepokan maupun sekolah masing-masing. Para atlet juga diingatkan untuk tetap menjunjung sportivitas dan menghormati lawan dalam setiap pertandingan.

"Kita ingin kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Harapannya, generasi penerus dapat terus mengenal, mempelajari, dan mewarisi pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini