Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Guru Besar FKIP Untan Sebut Pemberitaan Tidak Benar

Editor: leoian790@gmail.com author photo


KALBARNEWS.CO.ID
PONTIANAK – Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Dr. Ahmad Yani T, M.Pd, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dan tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan kepadanya.

Klarifikasi disampaikan Prof. Ahmad Yani dalam konferensi pers di Ruang Sidang FKIP Untan, Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Rabu (16/9/2026). Klarifikasi juga disampaikan saat dirinya menemui mahasiswa yang menggelar aksi di depan Kampus FKIP Untan.

Dalam keterangannya, Ahmad Yani membantah tuduhan pelecehan seksual yang sebelumnya beredar di media sosial dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyebut pemberitaan yang beredar telah menimbulkan pertanyaan mengenai dirinya di lingkungan Universitas Tanjungpura.

“Saya Prof. Dr. Ahmad Yani T, M.Pd dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Rektor Untan, kepada seluruh pembina Untan atas pemberitaan negatif terhadap diri saya yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang terjadi sesungguhnya kepada diri saya,” ujar Ahmad Yani.

Ahmad Yani menjelaskan, dirinya selama ini memilih tidak memberikan respons terhadap berbagai pemberitaan yang beredar. Ia mengaku masih tidak percaya ada pihak yang menyampaikan informasi mengenai dirinya melalui media sosial dan media daring.

“Selama ini saya sengaja tidak memberi respons terhadap berita-berita tersebut karena saya masih belum percaya akan adanya oknum di FKIP Untan dan media online yang menyampaikan berita tersebut di media sosial,” katanya.

Menurut Ahmad Yani, pemberitaan mengenai dirinya masih terus berkembang hingga Selasa (15/9/2026) dan menimbulkan berbagai pertanyaan. Kondisi tersebut menjadi alasan dirinya memutuskan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.

Ia kembali menegaskan bahwa tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya tidak benar. Ahmad Yani bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah.

Meski membantah tuduhan tersebut, Ahmad Yani menyatakan kesediaannya untuk mengikuti proses klarifikasi melalui mekanisme resmi di lingkungan perguruan tinggi.

Ia mengatakan siap memberikan keterangan kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Untan apabila diminta.

Klarifikasi tersebut disampaikan Ahmad Yani sebagai tanggapan atas informasi yang menurutnya telah berkembang luas dan memunculkan persepsi negatif terhadap dirinya. Ia berharap persoalan tersebut dapat ditangani melalui mekanisme yang berlaku serta berdasarkan informasi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Share:
Komentar

Berita Terkini