KALBARNEWS.CO.ID (BATULICIN) – Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru untuk menghadirkan aksi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus melindungi aset ketenagalistrikan. Melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Batulicin, PLN turun langsung memadamkan titik api yang muncul di sekitar aset transmisi pada Selasa, 14 September 2026.PLN UP2B Kalbar bersama Srikandi PLN dan YBM PLN berfoto bersama usai menyalurkan bantuan perlengkapan dan logistik bagi petugas Karhutla di Kalimantan Barat.
Gardu Induk Batulicin memiliki peran penting dalam mendukung sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu. Berada di kawasan yang memiliki potensi kebakaran, keberadaan titik api di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan menjadi perhatian PLN karena dapat berisiko terhadap keselamatan aset dan keberlangsungan sistem penyaluran tenaga listrik.
Merespons kondisi tersebut, petugas ULTG Batulicin tidak hanya melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk membantu memadamkan titik api di sekitar kawasan infrastruktur PLN.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif dan respons cepat PLN dalam mengantisipasi dampak Karhutla terhadap aset transmisi. Dengan penanganan sejak dini, potensi risiko terhadap infrastruktur dapat diminimalkan sekaligus mendukung keberlangsungan layanan listrik kepada masyarakat.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat sekaligus komitmen dalam menjaga aset ketenagalistrikan.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan melalui aksi nyata. Ketika terdapat titik api di sekitar aset transmisi, kami tidak hanya melakukan koordinasi, tetapi juga turun langsung membantu penanganan di lapangan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga aset sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan pelanggan,” ujar Bayu.
Menurut Bayu, kesiapsiagaan terhadap potensi Karhutla membutuhkan koordinasi dan respons yang cepat, terutama ketika lokasi kebakaran berada di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan respons yang cepat dan kolaborasi di lapangan, potensi dampak terhadap aset transmisi dapat ditekan sedini mungkin,” tambah Bayu.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, mengatakan upaya menjaga aset ketenagalistrikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjaga aset transmisi dari ancaman Karhutla merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut, karena keberlangsungan layanan listrik juga ditopang oleh kesiapan dan keamanan infrastruktur. Kami akan terus mendorong kesiapsiagaan, kolaborasi, dan respons cepat di seluruh wilayah kerja,” tutur Riko.
Melalui kesiapsiagaan dan aksi langsung di lapangan, PLN UPT Banjarbaru terus memperkuat upaya perlindungan aset transmisi dari potensi Karhutla. Di momentum Hari Pelanggan Nasional, langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian PLN untuk menjaga lingkungan, melindungi infrastruktur, dan memastikan layanan listrik tetap mendukung aktivitas masyarakat. (tim Liputan)
Editor : Aan