Sujiwo Jemput Program Pusat, dari Trotoar Arteri Supadio hingga Bedah Rumah Merah Putih
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA — Bupati Kubu Raya H. Sujiwo terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI untuk mempercepat pembangunan di daerah di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan pemangkasan anggaran daerah.
Hal itu disampaikan Sujiwo usai mengikuti rapat bersama pimpinan dan anggota Komisi V DPR RI pada Minggu (23/8/2026). Meski berlangsung pada hari libur, rapat tersebut disebut Sujiwo menghasilkan sejumlah respons positif terhadap berbagai usulan pembangunan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
“Alhamdulillah, hari ini di hari Minggu, hari libur, kita adakan rapat. Produktif dan sangat berkualitas. Kita menindaklanjuti apa yang pernah kita usulkan dan yang akan kita usulkan,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, keterbatasan keuangan daerah menjadi tantangan serius bagi Kubu Raya. Pemangkasan anggaran hingga sekitar Rp397 miliar membuat ruang fiskal pemerintah daerah semakin terbatas untuk membiayai pembangunan.
“Kalau kita susah berkaitan dengan keuangan daerah, misalnya ada kebijakan pemangkasan Rp397 miliar, itu sangat keteteran, sangat susah untuk melakukan belanja-belanja pembangunan. Maka kita melakukan kolaborasi,” tegasnya.
Trotoar Arteri Supadio Jadi Prioritas
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pembangunan trotoar dan jalur pedestrian di Jalan Ahmad Yani II atau Jalan Arteri Supadio.
Sujiwo menilai kawasan tersebut membutuhkan penataan serius karena merupakan salah satu akses utama menuju Bandara Internasional Supadio. Selain persoalan estetika, kondisi jalan dan kepadatan lalu lintas juga menjadi perhatian.
“Yang pertama pembangunan trotoar pedestrian di Jalan Ahmad Yani II atau Jalan Arteri Supadio. Itu merupakan jalan bebas hambatan dan satu ruas dengan Ahmad Yani I, serta statusnya jalan nasional,” jelasnya.
Ia menyebut kawasan tersebut menjadi salah satu wajah Kubu Raya sekaligus pintu masuk Kalimantan Barat karena tingginya mobilitas masyarakat dari dan menuju Bandara Supadio.
“Sekarang Bandara Supadio menjadi bandara internasional. Singapura, Kuala Lumpur, bahkan ada rencana merintis Thailand dan Penang. Bayangkan, ketika mendarat ke Indonesia, yang dilihat apa? Kubu Raya,” kata Sujiwo.
Karena itu, menurutnya, penataan kawasan Arteri Supadio tidak semata-mata berkaitan dengan wajah daerah, tetapi juga kebutuhan nyata untuk mengatasi kepadatan lalu lintas dan memperbaiki kualitas infrastruktur.
Stadion hingga Pasar Induk Dikawal
Selain trotoar Arteri Supadio, Sujiwo menyebut pembangunan dan pembenahan stadion juga mendapat perhatian dari Komisi V DPR RI. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan dokumen administrasi agar program tersebut dapat dikawal lebih lanjut.
Program Pasar Induk juga menjadi salah satu usulan yang mendapat respons positif. Sujiwo menyebut program tersebut sudah berada pada tahap yang cukup menjanjikan untuk didorong masuk dalam program pemerintah pusat.
“Pasar Induk juga Alhamdulillah, menurut Ketua Komisi V, sudah hampir bisa dilanjutkan program tersebut,” ungkapnya.
Enam Titik Jalan dan Infrastruktur
Sujiwo juga mengungkap adanya sejumlah program infrastruktur lain yang akan dikawal, termasuk sekitar enam titik yang diusulkan untuk mendapatkan dukungan pembangunan.
Jika terealisasi, nilai program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp120 miliar.
“Kemudian ada program-program yang Insyaallah akan dikawal secara serius. Ada enam titik, mudah-mudahan dapat direalisasikan,” ujarnya.
Kubu Raya Dapat 2.444 Bedah Rumah
Program Bedah Rumah Merah Putih juga menjadi perhatian. Sujiwo menyebut Kubu Raya saat ini menjadi salah satu daerah dengan alokasi program terbesar, yakni mencapai 2.444 unit.
Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong agar program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Target kami satu periode kepemimpinan kami, rumah tidak layak huni harus kita buka. Harus kita tuntaskan,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, dukungan terhadap program tersebut juga mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Karena itu, komunikasi dengan kementerian, balai-balai, serta pimpinan dan anggota DPR RI akan terus diperkuat.
Andalkan Kolaborasi di Tengah Efisiensi Anggaran
Sujiwo menegaskan, keterbatasan APBD tidak boleh membuat pembangunan di Kubu Raya berhenti. Pemerintah daerah akan mengandalkan kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membawa berbagai program strategis ke daerah.
“Insyaallah kita akan terus komunikasi secara intensif kepada kementerian-kementerian, kepada balai-balai, kemudian kepada pimpinan dan anggota DPR RI,” pungkasnya.
Bagi Sujiwo, strategi tersebut menjadi penting agar pembangunan tetap berjalan meski ruang fiskal daerah semakin terbatas. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pun memilih aktif menjemput program pusat demi mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.