Musim Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Perumda Tirta Raya Berlakukan Jadwal Distribusi di 13 Wilayah
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Musim kemarau mulai memberikan dampak serius terhadap pelayanan air bersih di Kabupaten Kubu Raya. Direktur Perumda Air Minum Tirta Raya, Harmawan, mengatakan pendangkalan Sungai Kapuas dan meningkatnya kebutuhan air masyarakat menjadi dua penyebab utama terganggunya distribusi air ke sejumlah kawasan. (29/7/2026)
Menurut Harmawan, pendangkalan Sungai Kapuas menyebabkan kapasitas produksi instalasi pengolahan air menurun. Di sisi lain, minimnya hujan membuat banyak warga tidak lagi mengandalkan air tadah hujan sehingga kebutuhan air dari Perumda Tirta Raya meningkat signifikan.
"Dalam kondisi normal, rata-rata pemakaian pelanggan sekitar 12 meter kubik per bulan. Saat musim kemarau, konsumsi meningkat menjadi sekitar 15 hingga 16 meter kubik. Kondisi ini membuat distribusi air ke wilayah yang jauh dari instalasi produksi mengalami kendala," ujarnya.
Menghadapi situasi tersebut, Perumda Tirta Raya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengatur pola distribusi air ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan serta memasang pompa pendorong pada jaringan distribusi agar tekanan air menuju kawasan permukiman tetap terjaga.
Selain itu, pihaknya juga membangun komunikasi intensif dengan masyarakat melalui grup WhatsApp yang melibatkan ketua RT dan tokoh lingkungan. Langkah ini dilakukan agar pelanggan memperoleh informasi mengenai jadwal distribusi air sehingga memiliki kepastian kapan air akan mengalir.
"Kami ingin pelanggan tidak lagi menunggu tanpa kepastian. Melalui jadwal distribusi yang rutin, masyarakat bisa mengetahui kapan air akan mengalir di wilayahnya," jelas Harmawan.
Saat ini terdapat 13 kawasan yang terdampak kekeringan dan mengalami gangguan distribusi air bersih. Di antaranya kawasan Wonodadi 2, sekitar Kantor Bupati Kubu Raya, sebagian wilayah Parit Haji Husin, Komplek Italia Glory, Italia Garden, Perintis, Sakura Indah, kawasan ujung Sungai Raya, serta beberapa wilayah di Kecamatan Ambawang yang berada di ujung jaringan distribusi.
Harmawan mengimbau seluruh pelanggan Perumda Air Minum Tirta Raya agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Ia juga meminta masyarakat memperhatikan informasi jadwal distribusi yang akan disampaikan melalui RT, RW, maupun grup komunikasi warga.
"Kami berharap masyarakat dapat menghemat penggunaan air karena saat ini kita harus berbagi agar seluruh pelanggan tetap memperoleh layanan. Ikuti jadwal distribusi yang telah ditetapkan sehingga kebutuhan air bersih tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau," pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan