Bupati Sintang Sambut Paskibraka Nasional: “Saya Bangga dengan Kalian Bertiga”

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sintang Sambut Paskibraka Nasional: “Saya Bangga dengan Kalian Bertiga”

KALBARNEWS.CO.ID
(SINTANG) – Kebanggaan menyelimuti Pendopo Bupati Sintang saat tiga putra-putri terbaik daerah yang sukses mengemban tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional dan Provinsi Kalimantan Barat kembali ke Bumi Senentang.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut langsung Mirza Rafi Navazani, pelajar SMAN 1 Sintang sekaligus anggota Paskibraka Nasional, serta Muhamad Dzaki Raiha Nur, pelajar MAN 1 Sintang, dan Chelly Spania Pielda, pelajar SMA Negeri 3 Sintang yang bertugas sebagai anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Barat, di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (26/8/2026).

Ketiganya baru kembali setelah menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Mirza bertugas di Istana Negara, Jakarta, sementara Dzaki dan Chelly menjalankan tugas pada upacara tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kantor Gubernur Kalbar.

Dalam penyambutan tersebut, Bupati Gregorius mengajak ketiga anggota Paskibraka berdiri di sampingnya. Dengan nada penuh kebanggaan, ia menceritakan bahwa dirinya dan Mirza sama-sama berasal dari keluarga sederhana.

“Kalau Mirza membantu ibunya jual kerupuk, saya seorang tukang pukul batu. Saya bangga dan senang,” ujar Gregorius.

Menurut Gregorius, keberhasilan ketiga pelajar tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan berprestasi harus diberikan secara adil kepada siapa pun yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan.

Ia menegaskan bahwa sejak awal proses seleksi Paskibraka, dirinya telah berpesan kepada tim seleksi agar tidak membedakan peserta berdasarkan silsilah, agama, suku, maupun kelompok.

“Acara penyambutan ini bukan seremonial saja, tetapi ini serius karena saya bangga dengan kalian bertiga. Dalam penerimaan anggota Paskibraka, sejak awal saya sudah pesankan kepada tim seleksi untuk jangan melihat silsilah, agama, suku, dan kelompok. Siapa pun kalau layak dan pantas, silakan diloloskan. Maka ini hasilnya, ada yang sukses sampai ke nasional dan provinsi,” tegasnya.

Gregorius juga mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah belum dapat memberikan penghargaan lebih kepada para pelatih maupun anggota Paskibraka. Namun, ia berharap hal tersebut tidak mengurangi rasa bangga terhadap perjuangan mereka.

“Kalaupun kita sudah pakai yang bagus, tidak melahirkan yang bagus, ya, karena saingan juga lebih bagus. Apa boleh buat. Saya juga sudah pesankan sejak awal, anggaran terbatas. Kami tidak bisa memberikan penghargaan lebih kepada para pelatih dan Paskibraka Kabupaten Sintang, baik di Sintang, provinsi maupun nasional. Semuanya harus ikhlas,” katanya.

Di hadapan ketiga Paskibraka, Bupati juga menawarkan dukungan pribadi apabila mereka membutuhkan rekomendasi atau tanda tangan untuk keperluan pendidikan dan masa depan.

“Kepada anggota Paskibraka, kalau mau melamar untuk kuliah atau apa, kalau perlu tanda tangan saya, saya siap memberikan. Itu bentuk dukungan saya kepada kalian,” ujarnya.

Gregorius kemudian berpesan agar prestasi yang telah diraih tidak membuat mereka menjadi sombong atau angkuh. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang yang membutuhkan disiplin, ketekunan, dan kerja keras.

“Pesan saya setelah ini, kalian jangan sombong dan angkuh. Jangan sampai prestasi ini jatuh karena kesombongan dan keangkuhan. Untuk sampai di prestasi ini, pasti tidak mudah,” pesannya.

Perjalanan 40 Hari di Jakarta

Sementara itu, Mirza Rafi Navazani menceritakan pengalamannya selama sekitar 40 hari berada di Jakarta. Selain menjalani latihan intensif, ia bersama anggota Paskibraka lainnya juga mengikuti kegiatan pembelajaran dan kunjungan ke sejumlah tempat, di antaranya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Mirza mengaku mendapat pengalaman berharga karena dapat bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dari Sabang sampai Merauke dengan latar belakang dan sifat yang berbeda-beda. Dari kegiatan tersebut, wawasan dan rasa nasionalisme saya menjadi semakin meningkat,” tutur Mirza.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses latihan baris-berbaris dan tempo menjadi salah satu tahapan yang cukup menguras tenaga. Latihan tersebut berlangsung selama kurang lebih dua minggu.

“Latihan tempo dan baris-berbaris menghabiskan waktu dua minggu. Saya juga sudah melihat langsung bendera Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati,” ungkapnya.

Mirza mendapat kepercayaan untuk menjadi pembentang Bendera Merah Putih pada upacara di Istana Negara. Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya.

“Saya dipilih menjadi pembentang bendera Merah Putih dan saya lakukan dengan terbaik. Pelatih juga mempercayai saya selama latihan dan pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Jadi Teladan Generasi Muda

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang Abdul Syufriadi menjelaskan bahwa keberhasilan ketiga anggota Paskibraka tersebut merupakan hasil dari proses panjang. Mereka terlebih dahulu mengikuti seleksi ketat di tingkat kabupaten, kemudian menjalani pembekalan, karantina, serta pendidikan dan pelatihan intensif di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia menilai prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta dukungan dan doa masyarakat Kabupaten Sintang.

“Keberhasilan mereka merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Sintang. Selamat kembali ke Bumi Senentang dan jadikan pengalaman ini sebagai modal utama untuk terus berkarya menjadi teladan bagi generasi muda lainnya serta menjaga nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Abdul Syufriadi.

Penyambutan tersebut turut dihadiri Kapolres Sintang AKBP Busi Santoso Sutrisno, Perwira Seksi Personel Kodim 1205 Sintang Kapten Infanteri Witono, Kaban Kesbangpol Sintang Abdul Syufriadi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Niko Dimus, para kepala sekolah, orang tua anggota Paskibraka, PPI, serta undangan lainnya.

Kepulangan ketiga anggota Paskibraka tersebut bukan sekadar membawa cerita tentang suksesnya menjalankan tugas kenegaraan. Lebih dari itu, mereka membawa pengalaman, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan yang diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Kabupaten Sintang untuk berani bermimpi dan berprestasi tanpa melihat latar belakang.

Share:
Komentar

Berita Terkini