956 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Ketapang Masih Mendominasi

Editor: Redaksi author photo

956 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Ketapang Masih Mendominasi
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) — Sebanyak 956 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio pada 23 Agustus 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, 894 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 50 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 12 titik tingkat kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 509 titik. Angka tersebut terdiri dari 4 titik kepercayaan rendah, 477 menengah, dan 28 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Di posisi berikutnya, Kubu Raya mencatat 93 hotspot, disusul Kayong Utara 92 titik, Melawi 73 titik, Sintang 42 titik, dan Kapuas Hulu 41 titik.

Sementara itu, Bengkayang tercatat 26 hotspot, Sanggau 25, Sekadau 17, Sambas 12, Landak 11, Singkawang 9, serta Mempawah 6 titik. Kota Pontianak tercatat nihil hotspot dalam pemantauan tersebut.

Data BMKG menunjukkan konsentrasi titik panas masih cukup tinggi di sejumlah wilayah, terutama Ketapang. Kondisi ini menjadi perhatian di tengah upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar untuk mengidentifikasi anomali suhu panas yang berbeda dari kondisi di sekitarnya. Namun, wilayah yang tertutup awan maupun berada di blank zone dapat menyebabkan titik panas tidak terdeteksi.

Masyarakat di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio.

Share:
Komentar

Berita Terkini