![]() |
| Puluhan Remaja Yang Akan Tawuran Diamankan Polisi |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Aksi tawuran antarkelompok remaja yang
nyaris memicu pertumpahan darah berhasil digagalkan jajaran Polres Kubu Raya
bersama warga di Gang Perintis, Jalan Adi Sucipto, Desa Sungai Raya, Kabupaten
Kubu Raya. Sebanyak 22 remaja berikut sejumlah senjata tajam diamankan aparat
sebelum bentrokan besar terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Keberhasilan penggagalan aksi tersebut
menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam
menjaga keamanan lingkungan. Melalui layanan darurat Call Center 110 Polres
Kubu Raya, warga bergerak cepat melaporkan situasi mencekam yang terjadi di
kawasan permukiman mereka.
Dari lokasi kejadian, polisi bersama warga
berhasil menyita dua bilah senjata tajam jenis celurit dan arit, serta delapan
unit sepeda motor yang digunakan para remaja menuju lokasi tawuran.
Berdasarkan hasil pendalaman kepolisian,
aksi brutal tersebut dipicu kesalahpahaman di media sosial Instagram. Tiga
kelompok geng remaja yakni Allstar KPE JR, Tarakan 18, dan Barat Happy terlibat
saling tantang hingga akhirnya sepakat melakukan tawuran di Jalan Perintis.
Setibanya di lokasi, puluhan remaja
tersebut sempat melakukan aksi saling lempar batu dan benda keras lainnya.
Suasana dini hari yang biasanya tenang mendadak berubah ricuh dan membuat warga
sekitar panik.
Melihat situasi semakin tidak terkendali,
warga Gang Perintis langsung turun tangan membubarkan massa sambil menghubungi
Call Center 110. Respons cepat aparat membuat aksi tawuran berhasil dicegah
sebelum memakan korban jiwa.
Polres Kubu Raya kemudian berkoordinasi
dengan Polsek Sungai Raya untuk melakukan pengepungan dan pengamanan terhadap
para pelaku di tempat kejadian perkara.
Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu
Ade, menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang terhadap aksi
premanisme jalanan, terlebih yang melibatkan anak di bawah umur.
“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang
langsung melapor melalui Call Center 110. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata
dalam menjaga kamtibmas. Namun, di sisi lain, kami sangat menyayangkan kejadian
ini. Ini menjadi alarm keras bagi kita semua,” ujar Ade dalam keterangannya,
Senin (26/5/2026).
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang
tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama penggunaan media sosial yang
kerap menjadi pemicu konflik antar kelompok remaja.
Saat ini, seluruh remaja yang diamankan
masih menjalani pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Polisi juga mendalami kemungkinan adanya provokator yang memicu aksi tawuran
tersebut melalui media sosial. (tim liputan).
Editor : Heri
