![]() |
| Semeru Meletus Tiga Kali dalam Hitungan Jam, Warga Diminta Jauhi Besuk Kobokan |
KALBARNEWS.CO.ID (JAWA TIMUR) — Gunung
Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (11/10/2026) pagi.
Letusan yang terjadi dalam rentang waktu beberapa jam tersebut memuntahkan
kolom abu hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak, dengan sebaran abu
mengarah ke wilayah timur dan timur laut.
Berdasarkan laporan aktivitas
vulkanik, erupsi terjadi pada pukul 05.34 WIB, 06.29 WIB, dan 06.41 WIB. Pada
erupsi pukul 06.41 WIB, aktivitas terekam di seismograf dengan amplitudo
maksimum 22 milimeter dan durasi 117 detik.
Kolom abu teramati berwarna putih
hingga kelabu dengan intensitas tebal. Data pemantauan yang diberitakan pada
Minggu pagi juga mencatat Semeru mengalami beberapa kali erupsi dalam periode
pengamatan enam jam.
Status Gunung Semeru Masih Siaga
Gunung Semeru masih berstatus
Level III atau Siaga. Status ini berarti masyarakat perlu meningkatkan
kewaspadaan dan mematuhi rekomendasi keselamatan dari Pusat Vulkanologi dan
Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
PVMBG merekomendasikan masyarakat
tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga
sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar zona tersebut, masyarakat
juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk
Kobokan.
Kawasan itu berpotensi terdampak
perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Warga Diminta Menjauhi Radius 5
Kilometer dari Kawah
Selain zona di sepanjang Besuk
Kobokan, PVMBG melarang masyarakat melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer
dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut berisiko terkena lontaran
batu pijar ketika terjadi erupsi.
Masyarakat juga diminta
mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar di sepanjang
aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Wilayah yang perlu mendapat perhatian
meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Pantau Informasi Resmi dan
Hindari Zona Bahaya
Aktivitas erupsi yang berulang
menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawasan
berbahaya demi mengambil gambar atau menyaksikan letusan secara langsung.
Masyarakat di sekitar Gunung
Semeru disarankan mengikuti informasi terbaru melalui MAGMA Indonesia, kanal
resmi PVMBG, serta pemerintah daerah setempat. Perubahan aktivitas gunung dapat
memengaruhi rekomendasi keselamatan, sehingga informasi resmi perlu menjadi
acuan utama.
Hingga laporan ini disusun, tidak ada data terverifikasi dalam bahan yang tersedia mengenai jumlah korban, kerusakan, maupun kebutuhan evakuasi akibat rangkaian erupsi pada Minggu pagi.*
