![]() |
| Reses Ketua Komisi V DPR RI di Sekadau, Lasarus Tampung Aspirasi Infrastruktur hingga Sekolah Rakyat |
KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, S.Sos., M.Si., menyerap aspirasi Pemerintah Kabupaten Sekadau terkait pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan dasar masyarakat dalam kegiatan Reses I Tahun Anggaran 2026–2027, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PKK, Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, dihadiri peserta, terdiri dari unsur pemerintah daerah, DPRD, instansi teknis, TNI-Polri, tokoh adat, serta organisasi masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Bupati Sekadau Aron, S.H., menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, terutama pembangunan jalan dan jembatan, pengembangan kawasan transmigrasi, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, irigasi pertanian, serta persiapan pembangunan Sekolah Rakyat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, sehingga dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sekadau.
Usulan Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas
Aron menyampaikan, sejumlah ruas jalan telah mendapatkan dukungan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Di antaranya, ruas menuju Landau Apin dengan alokasi yang disebut mencapai Rp35 miliar, serta ruas Minggu Rasa–Seberang Kapuas sebesar Rp27 miliar.
Pemerintah Kabupaten Sekadau juga berencana mengajukan lima akses jalan tambahan kepada pemerintah pusat pada tahun 2027 melalui mekanisme yang berlaku.
Selain itu, pemerintah daerah meminta dukungan untuk pembangunan jembatan di Sungai Ayak.
"Kami nilai penting bagi konektivitas masyarakat di tiga kecamatan Belitang menuju Sekadau Hilir sebagai ibu kota kabupaten, " ungkap Aron.
Persoalan jalan Kayu Lapis yang menghubungkan Kabupaten Sekadau dengan wilayah Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi turut disampaikan. Pemerintah daerah berharap terdapat solusi terkait peningkatan status dan penanganan jalan tersebut.
Aron juga menyoroti akses jalan dalam kota menuju Kantor Bupati Sekadau sepanjang sekitar 11 kilometer yang disebut telah melalui proses pembebasan lahan, tetapi belum dibangun.
Lasarus Minta Usulan Sesuai Mekanisme
Menanggapi aspirasi tersebut, Lasarus menyatakan seluruh usulan Pemerintah Kabupaten Sekadau akan dicatat dan dibahas dalam penentuan prioritas pembangunan.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan harus mengikuti aturan serta kriteria pengusulan yang ditetapkan pemerintah.
"Agar prosesnya berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari, " pesan Lasarus.
Terkait usulan program IJD tahun 2027, Lasarus meminta pemerintah daerah memasukkan usulan melalui aplikasi SETIA sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia juga menjelaskan bahwa penanganan kebutuhan pembangunan perlu disesuaikan dengan prioritas dan ketersediaan anggaran pemerintah pusat. Dengan demikian, penyampaian usulan dalam kegiatan reses belum menjadi jaminan bahwa seluruh program dapat langsung direalisasikan.
Sekolah Rakyat Disiapkan di Lahan 10,4 Hektare
Selain infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sekadau tengah mempersiapkan pembersihan lahan milik pemerintah daerah seluas 10,4 hektare untuk mendukung rencana pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Lasarus menyampaikan bahwa Sekadau dan Sanggau sebelumnya belum termasuk dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat tahun 2026. Namun, setelah pembahasan dengan pemerintah pusat, kedua kabupaten tersebut memperoleh tambahan kuota di Kalimantan Barat.
Ia menyebut anggaran program Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai Rp800 miliar untuk kapasitas sekitar 2.500 siswa beserta fasilitas pendukungnya.
Lasarus mengingatkan pemerintah daerah agar turut menyiapkan kebutuhan penunjang, termasuk pangan, bahan pokok, dan berbagai kebutuhan operasional. Ia berharap kebutuhan tersebut dapat melibatkan potensi serta produk masyarakat setempat sehingga turut menggerakkan perekonomian lokal.
Persampahan dan Air Bersih Jadi Perhatian
Dalam bidang lingkungan, Aron menyampaikan bahwa produksi sampah di wilayah perkotaan Sekadau mencapai sekitar 15 ton per hari. Pemerintah daerah merencanakan perluasan tempat pemrosesan akhir (TPA), mengingat luas lahan yang tersedia saat ini sekitar lima hektare.
Lasarus menyarankan agar pemerintah daerah mempertimbangkan kebutuhan lahan TPA minimal 25 hektare dengan lokasi yang jauh dari permukiman masyarakat. Persiapan lahan dinilai penting untuk mendukung pengelolaan sampah sekaligus mengantisipasi dampak lingkungan.
Di sektor penyediaan air bersih, Lasarus mendorong optimalisasi fasilitas PDAM Sirin Meragun agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, terutama saat musim kemarau.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sekadau mendapatkan bantuan pembangunan sumur bor air dalam sebanyak 12 titik, dengan anggaran sekitar Rp1,7 miliar per titik, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara di sektor ketahanan pangan, pemerintah pusat turut mengembangkan infrastruktur irigasi untuk mendukung program swasembada pangan.
Kawasan Transmigrasi dan Infrastruktur Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Sekadau juga menyampaikan persoalan kawasan transmigrasi yang tersebar di 16 desa. Sejumlah satuan permukiman yang telah terbentuk sejak puluhan tahun lalu dinilai masih membutuhkan pembangunan, khususnya akses jalan.
Berbagai usulan tersebut selanjutnya akan disesuaikan dengan mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah pusat. Lasarus menyebutkan bahwa kebutuhan pembangunan yang dibahas dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan untuk penyiapan program pada tahun anggaran berikutnya, termasuk perencanaan tahun 2028.
Melalui kegiatan reses ini, pemerintah daerah berharap aspirasi pembangunan Kabupaten Sekadau memperoleh perhatian dan dukungan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Kegiatan berlangsung kondusif dengan pengamanan dari unsur Polres Sekadau, TNI, dan Satpol PP Pemerintah Kabupaten Sekadau. Setelah kegiatan berakhir, Lasarus beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Kapuas Hulu untuk agenda reses berikutnya.(Al)
Editor : Aan
