UNU Kalbar Perkuat SDM Perkebunan, BPDP Kucurkan Program Beasiswa Senilai Rp6,3 Miliar

Editor: Redaksi author photo
UNU Kalbar Perkuat SDM Perkebunan, BPDP Kucurkan Program Beasiswa Senilai Rp6,3 Miliar

KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) — Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) kembali mendapat kepercayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Tahun 2026.

 

Kepercayaan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara BPDP dan UNU Kalbar melalui Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, di Jakarta, 1 September 2026.

 

Pada program tahun 2026, UNU Kalbar menjadi salah satu dari 42 lembaga penyelenggara pendidikan yang bekerja sama dengan BPDP dalam mendukung pengembangan SDM sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit.

 

Bagi UNU Kalbar, kerja sama ini menjadi capaian penting karena merupakan tahun kedua kampus tersebut dipercaya BPDP menyelenggarakan program beasiswa SDM Perkebunan.

 

Dalam kerja sama tahun ini, total nilai program mencapai Rp6,3 miliar, dengan jumlah penerima beasiswa sebanyak 30 mahasiswa.

 

Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan pembangunan perkebunan yang produktif serta berkelanjutan.

 

Rektor UNU Kalbar, Prof. Dr. Sukino, M.Ag., mengatakan keberlanjutan kerja sama dengan BPDP merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi UNU Kalbar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

 

“Kerja sama ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi UNU Kalbar. Kami berkomitmen memastikan mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit,” ujarnya.

 

Menurutnya, program beasiswa tersebut juga menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda sekaligus menyiapkan SDM perkebunan yang kompeten dan berintegritas.

 

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UNU Kalbar, Dr. Rinto Wiarta, M.Hut., menegaskan Fakultas Pertanian memiliki posisi strategis dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor perkebunan yang semakin kompleks.

 

Ia mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya menguasai aspek budidaya tanaman, tetapi juga perlu memiliki kemampuan analisis, penguasaan teknologi, manajemen perkebunan, hingga pemahaman terhadap prinsip keberlanjutan.

 

“Fakultas Pertanian berkomitmen menjadikan program beasiswa ini sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pendidikan yang berbasis pada kebutuhan sektor perkebunan,” katanya.

 

Kepala Program Studi Agroteknologi UNU Kalbar, Riko Prasetyo, M.P., memastikan pihaknya siap memberikan pendampingan akademik dan pembelajaran yang relevan kepada para penerima beasiswa.

 

Menurut Riko, pembelajaran akan terus diarahkan pada integrasi antara teori dan praktik, teknologi pertanian, pengelolaan perkebunan yang efektif, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

 

“Harapannya, lulusan program ini memiliki kompetensi yang dapat langsung diterapkan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor perkebunan,” ujarnya.

 

Program Pengembangan SDM Perkebunan melalui skema beasiswa menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor perkebunan.

 

Bagi UNU Kalbar, keberlanjutan kerja sama dengan BPDP juga semakin memperkuat peran Fakultas Pertanian, khususnya Program Studi Agroteknologi, dalam mencetak SDM perkebunan yang memiliki kompetensi akademik dan profesional.

 

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pemangku kepentingan sektor perkebunan dalam menciptakan SDM unggul yang mampu mendukung peningkatan daya saing serta keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia. (Ros/tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini