The Power of Small Acts: Bersama Menciptakan Dampak yang Lebih Besar bagi Masyarakat

Editor: Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Perubahan positif tidak selalu dimulai dari langkah besar. Sering kali, perubahan hadir dari pilihan sederhana. Mulai dari berbagi melalui donasi, memberikan pakaian kepada mereka yang membutuhkan, atau keputusan untuk membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tindakan-tindakan kecil tersebut dilakukan bersama, dampaknya dapat menjangkau lebih banyak orang dan menciptakan perubahan yang lebih besar dari yang pernah dibayangkan. Semangat inilah yang menjadi benang merah dalam sesi diskusi The Power of Small Acts bersama Vikra Ijas (Co-founder Kitabisa), Mary Sutedja (Project Manager Peace for All dari Save the Children Indonesia), dan Irma Yunita (Corporate Affairs Director UNIQLO Indonesia).

Dalam sesi diskusi tersebut, Vikra Ijas, Co-Founder Kitabisa, menyoroti budaya gotong royong sebagai salah satu kekuatan masyarakat Indonesia dalam menciptakan perubahan sosial. Menurutnya, semangat untuk saling membantu dapat membuka ruang bagi lebih banyak orang untuk turut memberikan kontribusi.

"Sering kali kita merasa apa yang kita lakukan terlalu kecil untuk membawa perubahan. Padahal, semangat gotong royong mengajarkan bahwa ketika banyak orang mengambil bagian, kontribusi sederhana dapat bertumbuh menjadi dampak yang jauh lebih besar. Tidak ada kontribusi yang terlalu kecil ketika kita bergerak bersama," ujar Vikra.

Perspektif tersebut sejalan dengan keyakinan UNIQLO mengenai The Power of Clothing, yang melihat pakaian sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Di UNIQLO, kami percaya bahwa pakaian memiliki kekuatan yang melampaui fungsinya sebagai kebutuhan sehari-hari. Pakaian dapat menghadirkan rasa nyaman, menjaga martabat, membuka kesempatan, dan menjadi cara sederhana bagi setiap orang untuk berkontribusi kepada sesama. Inilah yang kami sebut sebagai The Power of Clothing." ungkap Irma Yunita, Corporate Affairs Director PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO).

Melalui berbagai inisiatif sosial yang dijalankan bersama pelanggan, karyawan, komunitas, dan organisasi mitra, UNIQLO percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan positif. Keyakinan tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga mengajak lebih banyak orang untuk berpartisipasi dan berkontribusi bersama.

Dari Tindakan Kecil Menjadi Dampak Kolektif

Salah satu contoh nyata adalah program Satu untuk Seribu, inisiatif yang mengajak pelanggan untuk berpartisipasi dalam mendukung para guru honorer di Indonesia. Melalui kolaborasi bersama Kitabisa, program ini berhasil memberikan dukungan kepada 1.000 guru honorer di 12 provinsi Indonesia. Sebanyak 70% penerima manfaat berada di wilayah Indonesia Timur, mencakup 176 sekolah mitra, dengan 69% penerima manfaat merupakan guru perempuan.

Program ini menunjukkan bagaimana kontribusi sederhana dari banyak individu dapat bertransformasi menjadi dukungan nyata bagi mereka yang berperan penting dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia.

Semangat yang sama juga diwujudkan melalui PEACE FOR ALL, inisiatif global UNIQLO yang mengajak masyarakat berkontribusi terhadap isu kemanusiaan melalui pembelian kaus amal. Melalui program ini, seluruh keuntungan dari penjualan T-shirt Peace for All di Indonesia diteruskan melalui Save the Children ke sekolah-sekolah di Bandung dan Yogyakarta untuk project anti-bullying berikut perbaikan fasilitas sekolah dengan total menjangkau 16 sekolah dan ekosistemnya.

Mary Sutedja sebagaI Project Leader PEACE FOR ALL dari Save the Children mengungkapkan, "Ketika banyak pihak bergerak bersama, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak. Bersama UNIQLO, kami telah menjangkau 16 sekolah dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif, menunjukkan bagaimana kontribusi sederhana dapat berkembang menjadi perubahan yang nyata bagi komunitas."

Bagi UNIQLO, PEACE FOR ALL menjadi contoh bagaimana tindakan sehari-hari yang sederhana dapat menjadi bagian dari solusi yang lebih besar ketika dilakukan secara kolektif.

Dampak yang Diciptakan Bersama Sepanjang Tahun Fiskal 2026

Sepanjang periode tahun fiskal 2026 (September 2025 sampai Agustus 2026), UNIQLO Indonesia terus memperluas kontribusinya melalui berbagai program sosial yang berfokus pada pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan.

1.       Perpanjang Usia Pakaian Lewat Inisiatif RE.UNIQLO

Sepanjang September 2025 hingga Agustus 2026, semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk turut berkontribusi. Dalam kegiatan RE.UNIQLO Community Day, telah disalurkan 12.000 pakaian layak pakai hasil donasi pelanggan UNIQLO kepada 1.000 keluarga di Bekasi Barat. Sementara itu, untuk pakaian hasil donasi yang tidak layak pakai, UNIQLO berkolaborasi dengan PABLE Indonesia mengolah 600 kg pakaian yang sudah tidak layak digunakan menjadi 3.600 meter kain daur ulang dan akan digunakan menjadi material tas ransel sekolah, yang rencananya akan disalurkan kepada anak-anak di wilayah bencana, khususnya di Sumatra, Aceh Utara, dan sekitarnya.

2.       Program Terima Kasih Indonesia: Dukungan bagi Mereka yang Berjasa untuk Indonesia

Partisipasi pelanggan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan dampak. Melalui program Satu untuk 1.000 dalam merayakan Kemerdekaan Indonesia, setiap transaksi selama 131 Agustus 2026 dikonversikan menjadi donasi Rp1.000. Inisiatif tersebut berhasil diwujudkan menjadi bantuan tunai Rp1 miliar dan 1.400 pakaian untuk mendukung 1.000 guru honorer di berbagai wilayah Indonesia melalui KitaBisa. Donasi yang terkumpul disalurkan dalam bentuk tunjangan sebesar Rp500.000 per bulan, serta bantuan pakaian sehari-hari, termasuk koleksi hijab UNIQLO, kepada para guru honorer.

Sementara pada program Arigato Indonesia di November 2025, program 1 Story = 1 Donation, yang mengubah setiap unggahan pelanggan menjadi dukungan pakaian. Total sebanyak 1.000 buah T-shirt DRY-EX disalurkan kepada petugas pemadam kebakaran dan petugas kebersihan, dengan harapan memberikan kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

3.       The Heart of LifeWear, Kepedulian UNIQLO untuk Masyarakat Membutuhkan di Seluruh Dunia

InisiatifThe Heart of LifeWear lahir dari pertanyaan UNIQLO tentang apa yang membuat hidup lebih baik serta komitmen di momen 40 tahun brand, tepatnya mulai dilakukan pada musim dingin 2024, untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui LifeWear. Sejak itu, setiap tahun UNIQLO mendonasikan lebih dari satu juta produk HEATTECH, AIRism, dan berbagai produk lainnya kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh dunia mulai dari para pengungsi, anak-anak, korban bencana, dan orang-orang lain yang berada dalam situasi sulit di seluruh dunia.

 

 

 

Di penghujung tahun 2025, sejumlah 15.500 pakaian baru AIRism telah disalurkan melalui berbagai mitra dan kegiatan sosial kepada masyarakat di 9 desa, yang berada di sekitar Candi Borobudur, petugas kebersihan kota yang tergabung dalam Pasukan Oranye, Lapas Perempuan Kelas IIA Sukamiskin, Bandung, dan para pengungsi yang mendapatkan kesempatan belajar di Roshan Learning Center, Jakarta. Melalui donasi ini, harapannya masyarakat penerima dapat beraktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan tetap sejuk, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan dengan cuaca yang cukup panas dan terik.

4.       Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan lebih besar, UNIQLO turut memperluas kontribusinya melalui bantuan kemanusiaan. Untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra, UNIQLO telah menyalurkan dukungan senilai Rp11,1 miliar dan 30.000 pakaian melalui sejumlah mitra. Bantuan tersebut telah menjangkau lebih dari 67.000 penerima manfaat, mencakup pakaian, kebutuhan air bersih dan sanitasi, perlindungan anak dan perempuan, dukungan psikososial, serta pendidikan darurat. Dukungan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia, Save the Children Indonesia, Plan International Indonesia, dan Kemenko PM.

Dukungan serupa juga diberikan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores, NTT, dan kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, NTB. Di Flores, UNIQLO menyalurkan bantuan tahap awal senilai Rp500 juta, terdiri dari Rp100 juta bantuan in-kind melalui PMI berupa makanan, minuman, dan lampu tenaga surya, Rp200 juta donasi tunai melalui KitaBisa, serta 2.000 potong pakaian senilai Rp200 juta. Sementara di Lombok, UNIQLO memberikan bantuan senilai Rp250 juta melalui PMI, berupa kebutuhan darurat senilai Rp100 juta dan 1.200 potong pakaian senilai Rp150 juta.

5.       Proyek PEACE FOR ALL, Karya Kolaborator Global untuk Sesama

Semangat berbagi juga diwujudkan melalui PEACE FOR ALL, proyek amal global UNIQLO yang menghadirkan T-shirt hasil kolaborasi dengan berbagai tokoh dunia untuk menyuarakan pesan perdamaian. Hingga Juni 2026, program ini telah menjual lebih dari 11.1 juta T-shirt dengan total donasi mencapai US$20,6 juta secara global.

Di Indonesia sendiri, implementasi kegiatan untuk menyuarakan perdamaian telah dilakukan bersama Save the Children sejak 2024 untuk mendukung lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi anak dan komunitas di Yogyakarta dan Bandung. Di Yogyakarta, program ini menjangkau 2.323 anak usia 1019 tahun dan 3.447 orang dewasa, serta mendukung 6 sekolah dalam memiliki SOP anti-kekerasan dan membangun 5 fasilitas sanitasi inklusif. Sementara di Bandung, inisiatif ini mencakup child-led peacebuilding di 7 sekolah, instalasi PEACE FOR ALL Safe Boxes, serta renovasi 48 toilet dan 7 urinal di 6 sekolah.

Bagi UNIQLO, menciptakan dampak sosial bukanlah tentang satu tindakan besar yang dilakukan sesekali. Sebaliknya, perubahan lahir dari banyak tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang. Melalui dukungan pelanggan, karyawan, komunitas, dan berbagai mitra organisasi sosial, UNIQLO akan terus mendorong terciptanya perubahan positif yang berangkat dari hal-hal sederhana namun bermakna.

Karena pada akhirnya, setiap tindakan kecil memiliki kekuatan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini