Sujiwo Tegaskan Foto Bersama Dirinya Bukan Bentuk Persetujuan: “Jangan Disalahgunakan!”

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Tegaskan Foto Bersama Dirinya Bukan Bentuk Persetujuan: “Jangan Disalahgunakan!”

KALBARNEWS.CO.ID
(KUBU RAYA)
– Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membatasi masyarakat yang ingin berfoto bersamanya. Namun, ia mengingatkan agar foto tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya.

Sujiwo menyampaikan hal itu setelah mendapat informasi mengenai adanya oknum yang menggunakan foto bersama dirinya seolah-olah foto tersebut menjadi tanda bahwa dirinya mengetahui, menyetujui, atau memberikan restu terhadap suatu kegiatan.

“Saya tidak pernah memilah-milah. Siapa pun boleh berfoto dengan saya, kapan saja. Itu sudah menjadi tradisi dan kebiasaan masyarakat ketika saya berkunjung, di kantor maupun dalam berbagai acara,” tegas Sujiwo.

Menurutnya, berfoto bersama hanyalah sebatas dokumentasi atau kenang-kenangan. Foto tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk mengklaim adanya persetujuan dari dirinya terhadap suatu urusan.

“Jangan pernah foto bersama saya itu disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan negatif, apalagi sampai kepentingan yang sifatnya melakukan pelanggaran hukum,” ujarnya.

Sujiwo juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menunjukkan foto bersamanya untuk kepentingan tertentu, termasuk urusan proyek, revitalisasi maupun kegiatan lainnya.

“Kalau ada yang menunjukkan foto bersama saya kemudian digunakan untuk hal-hal yang tidak terpuji, tidak baik, tolong jangan dihiraukan dan jangan dipercaya,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya tidak mungkin setiap kali diajak berfoto harus menanyakan identitas, asal, maupun tujuan penggunaan foto tersebut.

“Enggak mungkin saya tanya, dari mana, siapa, untuk keperluan apa. Namanya masyarakat mengajak berfoto, pasti saya layani,” ucapnya.

Sujiwo pun mengingatkan pihak-pihak yang menggunakan foto tersebut untuk menghentikan praktik semacam itu. Jika nantinya terbukti foto tersebut digunakan berkaitan dengan pelanggaran hukum, ia tidak menutup kemungkinan persoalan tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Silakan berfoto untuk kenang-kenangan dan dokumentasi, tapi jangan kemudian digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Kalau memang terbukti ada pelanggaran hukum, tidak menutup kemungkinan bisa diproses,” tegasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini