Speedboat Bawa 7 Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, Pemilik: Kapal Layak Berlayar

Editor: Redaksi author photo
Speedboat Bawa 7 Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau

KALBARNEWS.CO.ID (BANTEN) — Pemilik speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau memastikan kapal dalam kondisi layak berlayar saat bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten pada hari Senin (7/9/2026).

 

Pemilik kapal, Sandi Wiasa, mengatakan speedboat tersebut memiliki dokumen perizinan dan dilengkapi perlengkapan keselamatan berupa jaket pelampung. Kapal berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa delapan orang, jumlah yang disebut masih sesuai kapasitas kapal.

 

“Masih layak. Kapal layak untuk jalan,” kata Sandi dalam keterangan visual yang dipantau dari Jakarta, Selasa (8/9/2026) malam.

 

Sandi mengatakan kondisi perairan saat speedboat meninggalkan dermaga masih tergolong normal. Ia juga menyebut kapal dilengkapi perangkat GPS portabel, meski belum dapat memastikan apakah perangkat tersebut masih bisa digunakan untuk melacak posisi kapal setelah komunikasi terputus.

 

Dapat Kabar dari Polisi

 

Sandi mengaku pertama kali mendapat informasi mengenai kapal yang hilang kontak dari Kapolsek Carita sekitar pukul 13.00 WIB. Informasi tersebut, kata dia, bukan disampaikan langsung oleh nakhoda speedboat.

 

Setelah menerima kabar tersebut, Sandi langsung berupaya mencari informasi dengan menghubungi sejumlah kerabat di kawasan Pulau Sebesi, Lampung. Ia juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk membantu proses pencarian.

 

Menurut Sandi, perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau dalam kondisi normal biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.

 

Sempat Kirim Foto Anak Krakatau

 

Sandi juga membenarkan bahwa pemandu yang ikut dalam rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya.

 

Foto tersebut, menurut Sandi, dikirim sekitar empat jam setelah kapal meninggalkan Carita. Saat itu, Gunung Anak Krakatau masih terlihat jelas dan diperkirakan posisi kapal berada lebih dari tiga kilometer dari kawah.

 

Namun setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus.

 

Pencarian Diperluas

 

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (7/9/2026).

 

Salah satu anggota rombongan sempat membagikan lokasi terkini kepada seorang jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus dan kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 15.04 WIB.

 

Titik koordinat dugaan terakhir kapal berada di sekitar 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.

 

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan tim SAR telah melakukan penyisiran hingga kawasan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang pada Selasa (8/9/2026). Hingga pukul 18.15 WIB, pencarian belum menemukan hasil.

 

Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026) pagi dengan memperluas wilayah pencarian.

 

“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau,” ujar Al Amrad.

 

Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten). Tim juga membawa peralatan SAR air, perlengkapan medis, perangkat komunikasi serta berkoordinasi dengan Polairud Polda Banten.

 

Sementara itu, data sementara Basarnas mencatat sedikitnya tujuh orang masuk dalam daftar pencarian, termasuk sejumlah jurnalis dari berbagai media.

 

Mereka antara lain pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal, pewarta lepas. Dua orang lainnya masih dalam proses pendataan. (tim liputan).

Share:
Komentar

Berita Terkini