KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU HULU) — PT Agro Andalan menunjukkan kepeduliannya terhadap upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan memberikan bantuan beras kepada masyarakat di wilayah binaannya yang memilih menunda pembakaran lahan di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap. PT Agro Andalan Bagikan Beras kepada Warga yang Tunda Bakar Lahan, Dukung Pencegahan Karhutla
Kegiatan tersebut dirangkai dengan sosialisasi dan edukasi pengendalian Karhutla yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) siang.
Dalam kegiatan tersebut, PT Agro Andalan menyalurkan bantuan beras sebanyak 20 kilogram per kepala keluarga (KK) kepada 105 KK yang tersebar di desa-desa wilayah binaan perusahaan. Total bantuan yang disalurkan mencapai 2,1 ton beras.
Manajemen PT Agro Andalan, Suryadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap upaya pencegahan Karhutla.
“Melihat situasi dan kondisi alam kita yang masih kemarau panjang, kami mengharapkan masyarakat untuk menunda pembakaran lahan. Saat ini kita dapat melihat begitu kuatnya kabut asap,” ujar Suryadi dalam sambutannya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama mereka menunda aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Kepala Desa Boti, Sudarsono, S.Pd., yang mewakili para kepala desa di wilayah binaan PT Agro Andalan, menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa juga terus mengimbau masyarakat agar menunda pembakaran lahan untuk sementara waktu, mengingat kondisi udara yang saat ini cukup ekstrem.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Agro Andalan yang telah berinisiatif memberikan bantuan kepada masyarakat. Dari pihak desa juga telah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda pembakaran lahan melihat kondisi udara kita yang ekstrem,” katanya.
Sementara itu, Camat Sekadau Hulu, Francisco Wardianus, S.Si., M.T., mengapresiasi langkah PT Agro Andalan yang turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan Karhutla sekaligus membantu masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara dibakar merupakan tradisi yang telah dilakukan masyarakat secara turun-temurun untuk kegiatan bertani dan berladang. Namun, kondisi kemarau panjang tahun ini membuat risiko kebakaran dan penyebaran asap menjadi semakin tinggi.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dulu agar kondisi kabut asap tidak semakin parah,” ujarnya.
Ketua Tim Edukasi Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Hendri Wijaya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan pihaknya mendapat perintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya dan dampak Karhutla.
Menurutnya, dampak Karhutla saat ini telah dirasakan bersama, salah satunya dengan semakin kuatnya kabut asap di wilayah tersebut.
“Kami berharap agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah Karhutla agar permasalahan kabut asap dapat segera berakhir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Sekadau Hulu Francisco Wardianus, S.Si., M.T., Manajemen PT Agro Andalan beserta staf, Danramil Sekadau Hulu Peltu Bahrun, perwakilan Kapolsek Sekadau Hulu, anggota TNI-Polri, serta para kepala desa di wilayah binaan PT Agro Andalan.(Al)
Editor : Aan