Piala Gubernur Kalbar Superchamp Taekwondo Open Championship 3 Siap Digelar

Editor: leoian790@gmail.com author photo


KALBARNEWS.ID
Pontianak - Ajang olahraga bela diri Taekwondo kembali hadir di Kalimantan Barat. Piala Gubernur Kalimantan Barat Superchamp Taekwondo Open Championship 3 Tahun 2026 akan digelar pada 5-6 September 2026 di GOR Perbasi Pontianak.

Kejuaraan terbuka ini menjadi salah satu momentum penting bagi perkembangan olahraga Taekwondo di Kalimantan Barat, sekaligus menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta membangun mental juara sebelum menghadapi berbagai kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

Ada 500 peserta yang berasal dari seluruh Kalbar, termasuk peserta dari Kalteng yang akan memeriahkan kejuaraan ini. Di mana, rencananya kejuaraan ini akan dibuka oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Sementara kategori yang akan diperrtandingkan adalah Kelas POOMSAE (Seni), Kyorugi (tarung), dan eksebisi untuk anak-anak usia 4-6 tahun.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, KONI Kalimantan Barat, Disporapar Kalimantan Barat, KONI Kota Pontianak, Disporapar Kota Pontianak, serta sejumlah sponsor dan mitra pendukung.

Ketua Panitia Piala Gubernur Kalimantan Barat Superchamp Taekwondo Open Championship 3, Romawi Martin mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem pembinaan atlet Taekwondo yang lebih baik.

“Kami ingin kejuaraan ini menjadi wadah bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding yang berharga. Kompetisi seperti ini sangat penting untuk mengukur sejauh mana hasil latihan dan pembinaan yang selama ini dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan penyelenggaraan telah dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kesiapan venue, perangkat pertandingan, pelayanan kepada kontingen, hingga aspek keamanan dan kenyamanan selama kejuaraan berlangsung.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjadikan kejuaraan tersebut sebagai pengalaman berharga dan tetap mengedepankan sportivitas. 

"Kami berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas. Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana setiap atlet mampu memberikan penampilan terbaik dan memperoleh pengalaman untuk berkembang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Pontianak, Siti Rahayu, menilai penyelenggaraan Superchamp Taekwondo Open Championship 3 memiliki arti penting bagi pembinaan atlet Taekwondo di Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat secara keseluruhan.

Menurut Siti Rahayu, kompetisi menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan atlet. 

Latihan yang intensif harus diikuti dengan kesempatan bertanding secara rutin agar atlet memiliki pengalaman, keberanian, pengendalian emosi dan kemampuan membaca situasi pertandingan.

"Kami tentu menyambut baik kejuaraan ini karena atlet membutuhkan ruang untuk bertanding dan mengukur kemampuan mereka. Dari pertandingan seperti inilah kita bisa melihat perkembangan atlet, mengevaluasi kekurangan dan kemudian memperbaikinya dalam proses latihan berikutnya,” ujar Siti Rahayu.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan Taekwondo tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga pembentukan karakter.

" Taekwondo bukan hanya tentang bagaimana seorang atlet bisa menang dalam pertandingan. Di dalamnya ada disiplin, tanggung jawab, keberanian, rasa hormat dan sportivitas. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada atlet sejak usia dini,” ungkapnya.

Turnamen ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Kejuaraan terbuka memberikan kesempatan kepada atlet dari berbagai klub dan daerah untuk bertemu dalam atmosfer kompetisi yang lebih luas.

Bagi atlet muda, pengalaman bertanding menjadi modal penting untuk membangun mental dan kepercayaan diri. Sementara bagi pelatih dan pengurus, pertandingan dapat menjadi sarana evaluasi terhadap program latihan yang telah diberikan.

Siti Rahayu berharap para atlet Taekwondo Kota Pontianak yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan menjadikan setiap pertandingan sebagai proses pembelajaran.

“Kami ingin atlet tidak hanya mengejar medali, tetapi juga memahami bahwa setiap pertandingan merupakan proses untuk menjadi lebih baik. Kalau hari ini belum berhasil, harus menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan berikutnya. Yang terpenting adalah terus berlatih, disiplin dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap perkembangan Taekwondo di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak. Menurutnya, kemajuan prestasi olahraga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, klub, pelatih, atlet, orang tua serta pihak swasta.

“Pembinaan atlet membutuhkan kerja bersama. Pengurus tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan pemerintah, KONI, pelatih, klub, orang tua dan masyarakat sangat diperlukan agar atlet kita memiliki kesempatan berkembang secara maksimal,” katanya.

Piala Gubernur Kalimantan Barat Superchamp Taekwondo Open Championship 3 juga diharapkan semakin memperkuat tradisi kompetisi Taekwondo di Kalimantan Barat.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut akan menghadirkan atmosfer pertandingan yang diharapkan mampu menjadi pengalaman positif bagi seluruh peserta. Selain menjadi arena perebutan prestasi, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi insan Taekwondo dari berbagai daerah.

Pertemuan antaratlet, pelatih dan pengurus dalam sebuah kejuaraan terbuka juga dapat membuka peluang pertukaran pengalaman serta memperluas jejaring pembinaan.

Ketua Panitia mengajak seluruh peserta, pelatih, official dan pendukung untuk bersama-sama menjaga suasana kejuaraan agar tetap aman, tertib dan sportif.

"Mari kita jadikan Superchamp Taekwondo Open Championship 3 ini sebagai pesta olahraga yang positif. Kita ingin semua kontingen datang dengan semangat bertanding, memberikan kemampuan terbaik dan pulang membawa pengalaman yang berharga,” katanya.

Dengan persiapan yang dilakukan panitia dan dukungan berbagai pihak, Piala Gubernur Kalimantan Barat Superchamp Taekwondo Open Championship 3 Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu agenda kompetisi Taekwondo yang memberikan kontribusi terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

Lebih jauh, kejuaraan tersebut diharapkan tidak berhenti hanya pada pencapaian medali, tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang melahirkan atlet-atlet Taekwondo Kalimantan Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

GOR Perbasi Pontianak pun diproyeksikan menjadi panggung bagi para atlet untuk membuktikan hasil latihan mereka, menunjukkan keberanian, teknik, disiplin dan semangat juang dalam setiap pertandingan.

Share:
Komentar

Berita Terkini