![]() |
| Mafindo Pontianak Kenalkan AI Sejak Dini |
Kegiatan yang berlangsung di Aula TK Kartika XVII-05 Pontianak tersebut dimulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB. Program ini menjadi salah satu upaya memperluas pemahaman mengenai kecerdasan artifisial sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak, aman, kritis, dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
Di tengah perkembangan AI yang berlangsung begitu cepat, peserta tidak hanya diperkenalkan pada kemampuan teknologi tersebut, tetapi juga diajak memahami manfaat, risiko, etika, serta dampak yang dapat ditimbulkan dari penggunaannya.
Mafindo Pontianak menghadirkan M. Zainul Hafizi, M.Pd, selaku Trainer AIGTS, dan Yoki Firmansyah, M.Kom, sebagai Master Trainer. Kegiatan turut didukung sejumlah asisten trainer, yakni Marini, S.Sos., M.A., Hasanah, S.Pd., Dr. Syf. Fatimah, M.Kom., serta Sahri Ramadhan, S.Sos.
PIC kegiatan sekaligus Ketua DPW Mafindo Pontianak, Syarifah Desy Safitri, S.Sos., mengatakan kolaborasi dengan satuan pendidikan menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman masyarakat menghadapi perkembangan teknologi AI.
Menurutnya, literasi kecerdasan artifisial tidak hanya sebatas kemampuan mengoperasikan berbagai teknologi berbasis AI. Lebih dari itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami manfaat sekaligus mempertimbangkan risiko, etika, dan dampak penggunaan teknologi tersebut.
“AI berkembang sangat cepat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat pendidikan perlu memiliki pemahaman yang baik agar dapat memanfaatkan AI secara positif, tetapi tetap kritis dan bertanggung jawab. Melalui AI Goes to School ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa kecerdasan artifisial harus digunakan sebagai alat untuk membantu manusia, bukan menggantikan sikap kritis dan proses berpikir,” ujar Syarifah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, termasuk saat mengikuti pembelajaran melalui Learning Management System (LMS). Salah satu peserta, Alam Nasra, bahkan berhasil menyelesaikan LMS dengan cepat. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya minat peserta dalam mengikuti materi dan berbagai aktivitas pembelajaran.
Alam mengatakan kegiatan AI Goes to School memberikan pengalaman baru dalam memahami kecerdasan artifisial. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal penggunaan AI secara lebih praktis.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat menarik karena kami tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mencoba dan menyelesaikan pembelajaran melalui LMS. Saya tertarik untuk mempelajari AI lebih jauh karena ternyata banyak hal yang bisa dilakukan dengan teknologi ini jika digunakan dengan cara yang tepat,” kata Alam.
Kolaborasi Mafindo Pontianak dan TK Kartika XVII-05 Pontianak diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi digital di Kota Pontianak.
Melalui kegiatan tersebut, pemahaman mengenai AI diharapkan tidak berhenti pada sekadar mengenal teknologi, tetapi berkembang menjadi kemampuan untuk menggunakan, mengevaluasi, dan menyikapi kecerdasan artifisial secara cerdas dan bertanggung jawab.
Kelas Kecerdasan Artifisial V2 juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat, satuan pendidikan, tenaga pendidik, dan komunitas dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Dengan literasi AI yang semakin kuat, lingkungan pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap kritis, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam setiap pemanfaatannya. (Ian/tim liputan).
Editor : Heri
