Krisis Air di Kubu Raya, Sujiwo Pastikan Stok Aman: Distribusi Terus Diperkuat
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) — Di tengah kebutuhan air minum masyarakat yang meningkat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat distribusi air ke sejumlah titik yang telah disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, hingga saat ini distribusi air minum telah mencapai lebih dari 300 ribu liter. Khusus hari ini, sekitar 86 ribu liter air kembali disalurkan ke sejumlah kecamatan.
Air tersebut diambil dari tempat penampungan PT Alas Kusuma, kemudian diangkut menggunakan mobil tangki dari sejumlah unsur, di antaranya Kodim, BRI, Manggala Agni, BPBD/BPK dan pihak lainnya, untuk selanjutnya didistribusikan ke tandon-tandon yang telah menunggu di beberapa titik.
“Alhamdulillah, per hari ini sudah di atas 300.000 liter air minum yang kita distribusikan. Hari ini 86.000 liter akan kita distribusikan dan menyebar di beberapa kecamatan,” kata Sujiwo.
Sujiwo memastikan masyarakat tidak perlu panik karena stok air minum dinilai masih aman. Namun, ia meminta masyarakat tetap bersabar karena proses distribusi membutuhkan waktu, mulai dari pengambilan air, pengisian mobil tangki hingga pengiriman ke tandon.
Selain distribusi menggunakan mobil tangki, pemerintah juga mendapat dukungan mobil pengolahan air milik Brimob. Dua unit kendaraan disebut mampu memproduksi sekitar 40 ribu liter air per hari, ditambah kendaraan pengolahan air dari Batalyon yang kapasitas produksinya mencapai sekitar 50 ribu liter dalam 10 jam.
“Stoknya sangat aman. Masyarakat jangan panik, jangan bingung, tetap tenang, tetapi harus sabar karena pendistribusiannya memang perlu proses,” ujarnya.
Air Minum Tetap Harus Dimasak
Sujiwo juga memberikan penekanan penting kepada masyarakat yang mengambil air dari tandon. Meski air yang disalurkan merupakan air minum, ia meminta masyarakat tetap memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Menurutnya, proses pemindahan air dari tempat penampungan ke mobil tangki hingga masuk ke tandon membuat aspek sterilitas tidak dapat sepenuhnya dijamin.
“Walaupun ini air minum, karena prosesnya dari tangki penampungan ke tangki mobil kemudian masuk ke tandon, tidak ada yang menjamin sterilisasinya. Maka wajib dimasak sebelum diminum,” tegasnya.
Ia terutama mengingatkan para orang tua agar memastikan air yang diberikan kepada bayi dan anak-anak telah dimasak dengan baik.
Sujiwo menegaskan, pemerintah akan terus menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan masyarakat. Jika kondisi semakin mendesak, selain air minum, pemerintah juga akan menyiapkan air bersih untuk kebutuhan mandi, mencuci dan MCK.
“Ketika rakyat betul-betul membutuhkan air minum, kita siapkan air minum. Kalau nanti mendesak membutuhkan air bersih, kita pasti juga siapkan,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan