Hujan Berpotensi Guyur Kalbar hingga 2 Oktober, Kubu Raya Dominan Hujan Ringan

Editor: Redaksi author photo

Hujan Berpotensi Guyur Kalbar hingga 2 Oktober, Kubu Raya Dominan Hujan Ringan
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Kabar baik di tengah kemarau yang masih dirasakan masyarakat Kalimantan Barat. Berdasarkan peta Potensi Hujan Harian Kalimantan Barat dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, sejumlah wilayah Kalbar berpotensi diguyur hujan mulai Sabtu, 26 September hingga Jumat, 2 Oktober 2026.

Data yang diperbarui Jumat, 25 September 2026 pukul 20.20 WIB menunjukkan sebagian besar wilayah Kalbar berada dalam kategori hujan ringan hingga sedang selama periode tersebut.

Pada 26 September, hujan ringan diprakirakan terjadi di Sanggau, sementara hujan sedang berpotensi terjadi di Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sekadau dan Sintang. Sambas menjadi wilayah yang tercatat berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Memasuki 27 September, Kubu Raya kembali masuk dalam wilayah dengan potensi hujan ringan. Kondisi serupa juga diprakirakan pada 28, 29 dan 30 September, serta 1 Oktober 2026.

Pada 2 Oktober, potensi hujan ringan masih tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Kubu Raya tidak lagi tercantum dalam daftar wilayah hujan ringan pada tabel BMKG tersebut.

Menariknya, sepanjang periode prakiraan tersebut, kategori hujan lebat hingga sangat lebat tercatat nihil setelah 26 September.

Rincian Kubu Raya

  • 26 September: hujan ringan
  • 27 September: hujan ringan
  • 28 September: hujan ringan
  • 29 September: hujan ringan
  • 30 September: hujan ringan
  • 1 Oktober: hujan ringan
  • 2 Oktober: tidak tercantum dalam kategori hujan ringan maupun sedang

Potensi hujan ini menjadi perhatian penting bagi wilayah yang sebelumnya terdampak kemarau panjang, terutama dalam membantu meningkatkan ketersediaan air permukaan dan kebutuhan masyarakat.

Namun, hujan ringan tidak serta-merta mengakhiri kondisi kekeringan. Intensitas dan durasi hujan tetap menjadi faktor penting dalam pemulihan ketersediaan air di lapangan.

Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, update 25 September 2026 pukul 20.20 WIB. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini