KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) – Kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kabupaten Sintang dan belum turunnya hujan secara signifikan membuat Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menunda pelaksanaan Pameran Pembangunan, Ekonomi Kreatif, Kelam Tourism Festival, dan Panggung Hiburan Rakyat Tahun 2026.Hujan Belum Turun, Asap Masih Pekat, Bupati Sintang Tunda Pameran Pembangunan
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memutuskan seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditunda hingga kondisi kualitas udara membaik dan situasi dinilai aman bagi masyarakat untuk beraktivitas di ruang terbuka.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Bupati Sintang Nomor 400.14.1.1/5576/Tapem tanggal 4 September 2026.
Sebelumnya, pembukaan pameran dijadwalkan pada Kamis, 3 September 2026. Namun, karena kabut asap cukup tebal dan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, pembukaan sempat diundur menjadi Senin, 7 September 2026.
Hingga Jumat, 4 September 2026, kondisi udara belum menunjukkan perbaikan berarti. Kabut asap masih terlihat pekat dan dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila kegiatan yang melibatkan banyak orang tetap dipaksakan berlangsung di ruang terbuka.
Bupati Gregorius Herkulanus Bala menegaskan, penundaan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya melindungi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, peserta pameran, panitia, serta pengunjung.
“Kita menunda pelaksanaan sampai kondisi kualitas udara membaik. Kita tidak ingin kegiatan yang seharusnya menjadi ruang hiburan, promosi pembangunan, dan penggerak ekonomi masyarakat justru dilaksanakan dalam kondisi yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pameran tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan capaian pembangunan sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM, ekonomi kreatif, komunitas, dan sektor pariwisata untuk mempromosikan produk serta potensi daerah.
Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh peserta dan pelaku UMKM memahami keputusan tersebut. Penundaan bukan berarti pembatalan, melainkan menunggu kondisi yang lebih aman dan kondusif.
Menariknya, Pemkab Sintang belum menetapkan tanggal pengganti. Jadwal baru akan ditentukan setelah melihat perkembangan cuaca, kabut asap, dan kualitas udara di lapangan.
Selain rangkaian pameran, Bupati Sintang juga menunda senam bersama yang sebelumnya dijadwalkan pada 11 September 2026. Pelaksanaannya juga menunggu kondisi udara yang lebih aman.
Hujan Jadi Harapan
Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kabut asap di Sintang. Berdasarkan analisis BMKG Sungai Tebelian, curah hujan di wilayah Sintang selama September 2026 masih diperkirakan berada pada kategori rendah. Peluang curah hujan kategori sedang diperkirakan mulai meningkat pada Oktober.
Hujan sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi kabut asap sekaligus membasahi lahan yang berpotensi terbakar. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait pun terus melakukan langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Bupati Sintang mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara masih tidak sehat dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
“Kita tentu ingin kegiatan ini tetap terlaksana. Tetapi keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Begitu kondisi udara sudah membaik dan situasi memungkinkan, pelaksanaan pameran akan kita jadwalkan kembali,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan