KALBARNEWS.CO.ID (SUKADANA) - Organisasi masyarakat sipil Gemawan bersama Tim Relawan Anti Api dan Anti Asap melaksanakan aksi solidaritas dengan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (21/9/2026).Gemawan dan Relawan Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap di Kayong Utara
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi kualitas udara yang dalam beberapa pekan terakhir masih terdampak asap karhutla. Sebanyak sekitar 20 personel relawan turun langsung ke sejumlah titik di wilayah Sukadana untuk membagikan masker sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri dari paparan asap.
Dalam kegiatan tersebut, relawan menyalurkan sekitar 100 kotak masker kepada masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan pantauan relawan di lapangan pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB, kabut asap masih terlihat cukup pekat. Jarak pandang diperkirakan hanya sekitar 100 meter di sejumlah titik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla masih dirasakan masyarakat dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Paparan asap juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan atau penyakit pernapasan.
Koordinator Relawan Anti Api dan Anti Asap, Welli Arma, mengatakan kondisi kabut asap di Kabupaten Kayong Utara telah berlangsung cukup lama dan mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Kabut asap ini telah terjadi selama lebih dari satu bulan. Hampir setiap hari, mulai malam hingga siang hari, masyarakat harus menghadapi kondisi udara yang tercemar akibat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, kami bersama Gemawan berinisiatif membagikan masker sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya.
Menurut Welli, persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan terganggunya aktivitas masyarakat, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan warga. Paparan asap dalam waktu yang berkepanjangan perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika kondisi udara memburuk dan jarak pandang semakin terbatas.
“Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi asap yang berlangsung terus-menerus juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk ISPA dan gangguan pernapasan lainnya. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri selama kondisi udara masih dipengaruhi asap,” lanjutnya.
Relawan mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap sedang pekat. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu langkah perlindungan. Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air minum, beristirahat, serta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama apabila mulai mengalami keluhan akibat paparan asap.
Selain pembagian masker, Gemawan bersama jaringan Relawan Anti Api dan Anti Asap juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Kayong Utara. Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Relawan juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai risiko paparan asap dan pentingnya keterlibatan bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika kabut asap telah menyelimuti permukiman warga.
Kondisi kabut asap yang masih terjadi menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat, terkoordinasi, dan melibatkan berbagai pihak. Masyarakat berharap upaya penanganan dan pencegahan karhutla dapat terus diperkuat sehingga kualitas udara segera membaik dan aktivitas warga dapat kembali berjalan secara normal.
Hingga Senin siang, kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kayong Utara, terutama pada malam hingga siang hari. Kondisi tersebut membuat perlindungan kesehatan masyarakat dan pengendalian karhutla tetap menjadi kebutuhan yang mendesak. (Tim liputan)
Editor : Aan