631 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Ketapang Tertinggi Capai 567 Hotspot
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat terpantau cukup tinggi. Berdasarkan data BMKG Kalbar untuk 25 September 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, terdeteksi sebanyak 631 titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Dari total tersebut, 600 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 20 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, dan 11 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni mencapai 567 titik. Dari jumlah tersebut, 540 titik berkategori kepercayaan menengah, 18 titik kepercayaan tinggi, dan 9 titik kepercayaan rendah.
Setelah Ketapang, hotspot terbanyak terpantau di Sintang sebanyak 36 titik, terdiri dari 34 titik kepercayaan menengah, 1 rendah dan 1 tinggi.
Selanjutnya Sekadau 11 titik, Sanggau 6 titik, Kayong Utara 6 titik, serta Kapuas Hulu 3 titik. Sementara Sambas dan Landak masing-masing terdeteksi 1 titik panas.
Adapun Mempawah, Bengkayang, Melawi, Kubu Raya, Pontianak, dan Singkawang dalam data tersebut tercatat nihil hotspot.
Hotspot Bukan Otomatis Kebakaran
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, termasuk NOAA20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Data tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami perubahan atau anomali suhu panas dibandingkan kondisi di sekitarnya.
Namun, hotspot tidak secara otomatis berarti kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Titik panas merupakan hasil deteksi satelit yang perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan kondisi di lapangan.
BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah yang tertutup awan atau berada di area blank zone dapat menyebabkan hotspot tidak terdeteksi oleh satelit.
Dengan tingginya jumlah titik panas yang terpantau, terutama di Ketapang, pemantauan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan perlu terus dilakukan, khususnya di wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi.
Sumber: BMKG Kalimantan Barat/Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, data 25 September 2026. (tim Liputan)
Editor : Aan