3.197 Titik Panas Kepung Kalbar, Ketapang Paling Membara!

Editor: Redaksi author photo

3.197 Titik Panas Kepung Kalbar, Ketapang Paling Membara! 
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) Sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat masih berada pada level tinggi. Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mencatat sedikitnya 3.197 titik panas terdeteksi sepanjang 6 September 2026 pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Data tersebut menunjukkan bahwa Ketapang menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Kalbar, dengan total mencapai 1.849 titik panas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.654 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 101 titik tingkat kepercayaan rendah, dan 94 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

Posisi kedua ditempati Kabupaten Kubu Raya dengan 490 titik panas. Rinciannya, 421 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 58 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 11 titik tingkat kepercayaan rendah.

Sementara itu, Kayong Utara berada di posisi ketiga dengan 325 titik, terdiri dari 301 tingkat kepercayaan menengah, 10 tinggi dan 14 rendah.

Selanjutnya, Melawi tercatat 193 titik, Sintang 78 titik, Sekadau 66 titik, Kapuas Hulu 49 titik, Sambas 45 titik, Mempawah 40 titik, Sanggau 36 titik, Bengkayang 14 titik, Landak 7 titik, Singkawang 5 titik dan Kota Pontianak tidak terdeteksi titik panas.

Sebanyak 199 Hotspot Masuk Kategori Kepercayaan Tinggi

Yang menjadi perhatian, dari total 3.197 titik panas, terdapat 199 titik yang masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi.

Kemudian 2.864 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah dan 134 titik masuk kategori rendah.

Besarnya jumlah hotspot ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas pembakaran atau potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Kalbar.

BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar seperti NOAA20, S-NPP, Terra dan Aqua. Data tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan/lahan berdasarkan anomali suhu panas dibandingkan kondisi di sekitarnya.

Namun, BMKG juga mengingatkan bahwa tidak semua titik panas otomatis merupakan kebakaran hutan dan lahan. Hasil deteksi sangat dipengaruhi kondisi tutupan awan dan blank zone. Wilayah yang tertutup awan atau berada dalam blank zone dapat menyebabkan hotspot tidak terdeteksi.

Ketapang Jadi Titik Perhatian

Dengan angka mencapai 1.849 hotspot, Ketapang menyumbang sekitar 58 persen dari seluruh titik panas yang terdeteksi di Kalbar pada 6 September.

Kondisi tersebut menjadikan Ketapang sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

Sementara Kubu Raya yang berada di urutan kedua dengan 490 hotspot juga patut diwaspadai, terlebih wilayah ini merupakan salah satu daerah yang selama periode karhutla sebelumnya cukup sering menghadapi persoalan asap dan kebakaran lahan.

Data hotspot bukan berarti seluruh titik merupakan titik kebakaran, tetapi tingginya konsentrasi titik panas dapat menjadi sinyal penting bagi petugas di lapangan untuk melakukan pengecekan dan verifikasi. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini