
2.298 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Ketapang Sumbang 1.891 Hotspot
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Sebanyak 2.298 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat pada 19 September 2026. Data tersebut berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio periode pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Dari total tersebut, 2.134 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 121 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 43 titik tingkat kepercayaan rendah.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, mencapai 1.891 titik, terdiri dari 29 titik kepercayaan rendah, 1.775 menengah, dan 87 tinggi.
Selanjutnya, Kayong Utara mencatat 218 titik panas, disusul Melawi 72 titik, Sintang 37 titik, dan Kubu Raya 32 titik.
Hotspot juga terdeteksi di Sekadau sebanyak 24 titik, Sanggau 7 titik, Landak 7 titik, Mempawah 5 titik, serta Kapuas Hulu 5 titik. Sementara Sambas, Bengkayang, Pontianak, dan Singkawang tidak tercatat memiliki titik panas dalam pemantauan tersebut.
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Data tersebut memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan/atau lahan berdasarkan anomali suhu panas dibandingkan kondisi sekitarnya.
Namun, BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah yang tertutup awan atau berada dalam blank zone dapat menyebabkan hotspot tidak terdeteksi oleh satelit.
Dengan dominasi hotspot di Ketapang, kondisi ini menjadi perhatian dalam upaya pemantauan dan penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. (Tim Liputan)
Editor : Aan