Sujiwo: Karhutla Kubu Raya Terkendali, Status Segera Naik Menjadi Tanggap Darurat

Editor: Redaksi author photo

Sujiwo: Karhutla Kubu Raya Terkendali, Status Segera Naik Menjadi Tanggap Darurat

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)
— Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya hingga kini masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak ingin lengah menghadapi kondisi asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, dirinya terus memantau perkembangan karhutla dari waktu ke waktu dengan berkoordinasi bersama jajaran TNI, Polri dan pihak terkait.

“Kalau untuk Kubu Raya penanganannya saya pantau dari jam ke jam, dari waktu ke waktu. Saya pantau terus melalui Pak Kapolda, Pak Kapolres, melalui Pak Dandim. Cukup terkendali,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, kondisi terkendali tersebut juga tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk operasi penanganan yang dilakukan pemerintah pusat melalui BNPB, seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Selain itu, pergerakan relawan dari unsur TNI, Polri, pemerintah maupun pihak swasta dinilai sangat membantu dalam penanganan karhutla di lapangan.

Sujiwo mengapresiasi perjuangan para relawan yang telah lebih dari sebulan berjibaku memadamkan api. Ia berharap semangat para petugas tetap terjaga meski sebagian mulai mengalami kelelahan.

“Mohon doanya, mudah-mudahan para relawan terus masih semangat di lapangan, walaupun banyak yang sudah terkapar juga karena sudah satu bulan lebih mereka berjibaku di lapangan,” katanya.

Status Karhutla Segera Naik

Untuk memperkuat langkah penanganan, Pemkab Kubu Raya juga berencana meningkatkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat bencana kekeringan.

Sujiwo mengatakan, peningkatan status tersebut akan memberikan ruang intervensi yang lebih luas bagi pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk dalam mobilisasi anggaran dan pengerahan relawan.

“Begitu kita naikkan status tanggap darurat, nanti akan ada intervensi dari BNPB, balai-balai, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten yang lebih mendalam dan lebih leluasa,” jelasnya.

Ia menyebut proses pengkajian peningkatan status tersebut telah dilakukan dan dirinya segera menandatangani keputusan tersebut.

“Insyaallah besok saya sudah tanda tangani. Sudah disampaikan ke asisten, sudah dikaji. Insyaallah besok saya tanda tangani, maka status di Kubu Raya menjadi status tanggap darurat,” tegas Sujiwo.

Asap Masih Tebal, Kubu Raya Tak Boleh Lengah

Di sisi lain, Sujiwo mengakui kondisi asap di Kubu Raya masih cukup tebal. Namun, ia menegaskan tidak ingin berspekulasi mengenai asal asap yang menyelimuti wilayah Kubu Raya.

Ia menyebut kondisi angin memungkinkan asap dari wilayah lain turut bergerak ke Kubu Raya, terlebih terdapat wilayah lain di Kalimantan yang juga menghadapi karhutla cukup parah.

“Kubu Raya cukup terkendali, tapi asapnya masih tebal. Bisa jadi memang ada kiriman, tertiup angin. Tapi walaupun terkendali, kami tidak boleh lengah,” ujarnya.

Pemkab Kubu Raya, kata Sujiwo, akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menekan potensi kebakaran sekaligus meminimalisir dampak asap bagi masyarakat.

“Kami akan memaksimalkan dan menggerakkan semua sumber daya yang ada dalam rangka bagaimana meminimalisir kebakaran lahan dan hutan ini,” pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini