Rakor Pengendalian Karhutla di Sekadau, Hotspot Meningkat Signifikan Capai Angka 1081 Titik
KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) — Pemerintah Kabupaten Sekadau menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sekadau, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kompleks Perkantoran Pemkab Sekadau, Jalan Merdeka Timur Km 09, Kecamatan Sekadau Hilir.
Rapat dipimpin, Bupati Sekadau Aron, unsur BPBD, TNI-Polri, BMKG, KPH, Dinas Pemadam dan Penyelamatan, para camat, serta sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Drs. Bayu Dwiharsono, mengatakan pengendalian Karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan koordinasi lintas sektoral.
Menurutnya, kondisi cuaca pada periode Agustus hingga September perlu diwaspadai karena wilayah Kalimantan Barat memasuki puncak musim kemarau. Peningkatan titik panas juga menjadi indikator penting dalam melakukan pemantauan dan verifikasi lapangan.
“Peningkatan hotspot harus menjadi indikator untuk meningkatkan pemantauan, verifikasi lapangan, pencegahan dan penanganan Karhutla,” ujarnya dalam rapat.
Data yang disampaikan dalam rapat menunjukkan peningkatan hotspot yang cukup signifikan. Pada Juni tercatat 37 titik, meningkat menjadi 394 titik pada Juli, dan mencapai 1.081 titik hingga 12 Agustus 2026 di wilayah Kabupaten Sekadau.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran. Diperlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Bupati Sekadau Aron mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan menjelang dan selama musim kemarau.
Namun, kondisi tahun ini dinilai membutuhkan kesiapsiagaan lebih tinggi karena kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Aron meminta BPBD dan seluruh unsur terkait meningkatkan koordinasi, deteksi dini, patroli bersama, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta memperkuat koordinasi hingga tingkat desa.
“Koordinasi harus diperkuat dari tingkat kabupaten sampai desa. Camat agar berkoordinasi dengan kepala desa sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan koordinasi dengan perusahaan perkebunan serta pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Sementara itu, Fauzul dari BMKG Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang menyampaikan bahwa curah hujan pada Agustus hingga September diperkirakan masih rendah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya Karhutla, khususnya pada lahan yang kering.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan untuk kegiatan pertanian maupun perkebunan serta terus memantau perkembangan cuaca dan tingkat kerawanan kebakaran.
Dari sisi kesiapsiagaan, BPBD menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Sekadau telah dipetakan sebagai daerah rawan Karhutla. Keterbatasan sumber air, jarak tempuh menuju lokasi kebakaran, serta kapasitas mesin pompa menjadi sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam penanganan di lapangan.
Unsur TNI dan Polri juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pemerintah daerah. Polres Sekadau melakukan pemantauan melalui posko Karhutla dan aplikasi Lancang Kuning serta membuka akses laporan cepat melalui layanan kepolisian 110.
Sementara itu, Kodim 1204/Sanggau menginstruksikan jajaran Danramil dan Babinsa untuk mengaktifkan masyarakat peduli api, meningkatkan patroli gabungan dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Rapat juga membahas potensi dampak Karhutla terhadap kehidupan masyarakat. Selain kesehatan dan lingkungan, kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi dan distribusi kebutuhan pokok.
Pemkab Sekadau bersama seluruh unsur terkait kemudian menyepakati sejumlah langkah penanganan terpadu, meliputi penguatan deteksi dini, patroli bersama, kesiapan personel dan peralatan, percepatan laporan kejadian, penguatan koordinasi hingga tingkat desa, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sekadau menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian Karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari keberhasilan mencegah kebakaran, meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun kesiapsiagaan bersama.(Al)
Editor : Aan