KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU HULU) — PT Agro Andalan menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sekadau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian sarana prasarana (sarpras) pengendalian Karhutla kepada sejumlah desa di wilayah HGU perusahaan, Jumat (21/8/2026). PT Agro Andalan Salurkan Sarpras Dalkarhutla ke Tujuh Desa di Sekadau Hulu
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat PT Agro Andalan, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu, tersebut dihadiri Bupati Sekadau Aron, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Drs. Sandae, M.Si., Camat Sekadau Hulu Fransisco Wardianus, S.Si., M.T., Kapolsek Sekadau Hulu IPDA Firmansyah, Danramil 1204 Sekadau Hulu Peltu Bahrun, Pimpinan PT Agro Andalan Suryadi, Kepala Pelaksana BPBD Sekadau Bayu Dwi Harsono, M.M., serta para kepala desa se-Kecamatan Sekadau Hulu.
Perwakilan Perusahaan, PT Agro Andalan, Suryadi, mengatakan bantuan sarpras tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla.
“Harapan saya dengan adanya pembagian peralatan sarpras ini dapat menjaga Karhutla di wilayah kita, serta kita dapat mengontrol dan memonitor setiap titik api yang berada di wilayah kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Setawar Nasarius Kem, Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Menurutnya, keberadaan Desa Setawar yang masih berada dalam wilayah HGU PT Agro Andalan membuat sinergi dengan perusahaan menjadi penting, terutama ketika terjadi kebakaran di wilayah desa.
Kepala Pelaksana BPBD Sekadau Bayu Dwi Harsono mengingatkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena Kabupaten Sekadau masih menghadapi musim kemarau.
Ia menyebut berdasarkan pemantauan, terdapat peningkatan jumlah hotspot di Kabupaten Sekadau. Pada Juli tercatat sekitar 234 titik hotspot, sedangkan pada Agustus jumlahnya mencapai sekitar 1.081 titik.
Meski demikian, Bayu menjelaskan bahwa tidak seluruh hotspot tersebut merupakan indikasi kebakaran hutan dan lahan karena sebagian dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti pantulan atap seng maupun kaca.
Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar agar tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan memastikan api benar-benar terkendali sehingga tidak meluas.
“Melalui momentum ini saya menghimbau kepada Pak Camat, Pak Kades, Pak Kapolsek untuk betul-betul mengendalikan agar kita tidak kewalahan untuk mengendalikan api,” katanya.
Bupati Sekadau Aron juga meminta seluruh unsur pemerintahan dan aparat di Kecamatan Sekadau Hulu untuk meningkatkan pemantauan terhadap titik hotspot.
Menurut Aron, kondisi kemarau yang cukup panjang tidak hanya meningkatkan potensi Karhutla, tetapi juga dapat berdampak terhadap ketahanan pangan masyarakat. Kekeringan dapat menyulitkan masyarakat dalam melakukan penanaman padi sehingga berpotensi memengaruhi produksi pangan pada tahun berikutnya.
Aron juga meminta PT Agro Andalan meningkatkan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk bersama-sama menjaga serta mengendalikan potensi kebakaran di wilayah tersebut.
Selain persoalan Karhutla, Bupati Sekadau turut menyoroti dampak kemarau terhadap ketersediaan air bersih. Pemerintah daerah, kata dia, akan berupaya membantu membuka sumber-sumber air bagi masyarakat yang mengalami kekeringan.
Usai kegiatan sosialisasi, PT Agro Andalan menyerahkan sarpras pengendalian Karhutla kepada desa-desa yang berada di wilayah HGU perusahaan. Bantuan tersebut berupa 35 unit solar sprayer yang diperuntukkan bagi tujuh desa, masing-masing menerima lima unit.
Tujuh desa penerima bantuan tersebut yakni Desa Setawar, Desa Tapang Perodah, Desa Nanga Pembumbuh, Desa Sungai Sambang, Desa Boti, dan Desa Mondi.
Pembagian sarpras ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan desa dalam melakukan pencegahan serta penanganan awal apabila terjadi Karhutla.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya Karhutla di Kabupaten Sekadau selama musim kemarau.(Al)
Editor : Aan