KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 akan menghadirkan hiburan baru yang dipastikan mengundang gelak tawa masyarakat. Untuk pertama kalinya setelah sempat tidak digelar pada penyelenggaraan sebelumnya, panitia memasukkan Lomba Tangkap Babi sebagai salah satu atraksi dalam rangkaian PGD tahun ini.PGD Sintang 2026 Hadirkan Lomba Tangkap Babi Berlumur Oli, Siap Jadi Hiburan Paling Seru
Lomba yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Kompleks Betang Tampun Juah, Jerora Satu, itu diperkirakan menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan pengunjung. Pasalnya, babi yang menjadi objek perlombaan akan dilumuri oli bekas sehingga menjadi licin dan sulit ditangkap oleh para peserta.
Ketua Panitia PGD Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026, Toni, mengatakan lomba tersebut merupakan tambahan baru dalam daftar perlombaan tahun ini.
"Pada PGD Tahun 2025 terdapat 11 jenis perlombaan. Tahun ini kami menambah satu perlombaan baru, yaitu Lomba Tangkap Babi, sehingga total ada 12 perlombaan yang akan memeriahkan PGD Sintang 2026," ujar Toni usai Misa Syukur PGD Sintang di Betang Tampun Juah, Selasa (28/7/2026).
Menurut Toni, konsep lomba sengaja dirancang untuk menghadirkan hiburan yang menghibur sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat selama pelaksanaan Gawai Dayak.
"Supaya lebih seru, meriah, dan ada unsur hiburannya. Babi yang digunakan berbobot sekitar 15 hingga 20 kilogram dan akan dilumuri oli bekas agar licin. Selain itu, mata peserta juga akan ditutup menggunakan kain sehingga tantangannya semakin menarik," jelasnya.
Lomba tersebut terbuka bagi peserta laki-laki maupun perempuan. Setiap tim terdiri atas dua orang dan dapat mewakili Dewan Adat Dayak (DAD) kecamatan, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), maupun mendaftar secara mandiri.
Untuk menambah nuansa budaya Dayak, seluruh peserta diwajibkan mengenakan atribut tradisional, seperti rompi, syal, atau perlengkapan khas Dayak lainnya selama mengikuti perlombaan.
Toni meyakini perpaduan antara mata peserta yang ditutup dan babi yang licin akan menghadirkan banyak momen lucu yang menghibur para penonton.
"Yang kami harapkan bukan hanya semangat berkompetisi, tetapi juga terciptanya suasana yang penuh keceriaan. Peserta laki-laki maupun perempuan sama-sama boleh ikut," katanya.
Saat ditanya mengenai keikutsertaan peserta perempuan, Toni sempat melontarkan candaan yang disambut tawa para hadirin.
"Perempuan tentu boleh ikut, tetapi sebaiknya menggunakan celana agar lebih leluasa bergerak ketika mengejar babinya," ujarnya sambil tersenyum.
Panitia mengajak masyarakat Kabupaten Sintang dan sekitarnya untuk datang menyaksikan perlombaan unik tersebut. Selain menjadi hiburan, kehadiran masyarakat diharapkan dapat menambah semarak pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026.
Lomba Tangkap Babi akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di Kompleks Betang Tampun Juah, Jerora Satu. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dan keamanan agar seluruh rangkaian PGD Sintang 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan sukses.
Melalui berbagai perlombaan yang diselenggarakan, termasuk Lomba Tangkap Babi, PGD Sintang 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian adat dan budaya Dayak, tetapi juga menjadi ruang hiburan rakyat yang mempererat kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan menarik minat masyarakat untuk terus mencintai budaya daerah. (Tim Liputan)
Editor : Aan