Perkuat Kamtibmas, Kapolres Kubu Raya Ajak Tokoh Masyarakat Redam Potensi Konflik

Editor: Redaksi author photo

 Perkuat Kamtibmas, Kapolres Kubu Raya Ajak Tokoh Masyarakat Redam Potensi Konflik
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Kepolisian Resor Kubu Raya memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. Salah satunya dilakukan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui silaturahmi dengan Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Kubu Raya Lilik Suharto, Kamis (20/8/2026).


Pertemuan di kediaman Lilik Suharto di Jalan Wonodadi 1, Desa Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, itu menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi sosial di Kubu Raya sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, paguyuban, dan elemen masyarakat.


Kapolres Kubu Raya hadir didampingi Kasatintelkam Polres Kubu Raya AKP Iman Kurniawan, Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, serta sejumlah personel Polres Kubu Raya.


Komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat dinilai penting untuk mendeteksi berbagai persoalan sejak dini. Dengan begitu, isu yang berpotensi mengganggu keamanan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kepolisian dengan tokoh masyarakat sekaligus membangun sinergi dalam menjaga Harkamtibmas.


“Silaturahmi ini untuk menjalin komunikasi dan mempererat hubungan antara Polres Kubu Raya dengan para tokoh masyarakat. Kami ingin membangun sinergitas dengan melibatkan peran serta organisasi masyarakat dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif,” kata Ade menyampaikan pesan Kapolres.


Menurut Ade, tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga suasana tetap sejuk, terutama ketika muncul isu yang berpotensi menimbulkan keresahan atau memicu konflik sosial.


Karena itu, kepolisian mendorong para tokoh masyarakat untuk aktif memberikan imbauan kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.


“Peran aktif para tokoh masyarakat dalam memberikan imbauan kepada masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kerukunan dan toleransi serta mencegah masyarakat mudah terprovokasi oleh isu yang dapat menimbulkan konflik sosial,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi penting bagi Kubu Raya yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam. Kerukunan antar-etnis dan antarumat beragama menjadi modal sosial yang perlu terus dijaga.


“Yang paling utama adalah menjaga persatuan dan kerukunan antar-etnis maupun antarumat beragama. Keberagaman yang ada di Kubu Raya harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang aman dan damai,” kata Ade.


Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten Kubu Raya Lilik Suharto menyatakan kesiapan paguyuban untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian serta elemen masyarakat lainnya.


Menurut Lilik, komunikasi yang cepat dan terbuka diperlukan ketika muncul persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.


“Komunikasi dan koordinasi antara Polres Kubu Raya, Paguyuban Jawa, dan elemen masyarakat lainnya harus terus ditingkatkan. Jika ditemukan persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas, kami siap berkoordinasi dan bersama-sama mencari solusi,” ujar Lilik.


Lilik juga mengajak para tokoh masyarakat mengambil peran sebagai cooling system. Peran itu, menurut dia, dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan membantu menenangkan situasi ketika muncul isu atau persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik.


“Tokoh masyarakat harus bisa menjadi cooling system. Ketika ada isu atau permasalahan, kita bersama-sama memberikan pemahaman dan menenangkan masyarakat agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik,” katanya.


Silaturahmi tersebut memperlihatkan bahwa menjaga Kamtibmas bukan hanya pekerjaan kepolisian. Ada peran masyarakat yang tidak kalah penting, terutama para tokoh yang memiliki pengaruh dan kedekatan langsung dengan warga.


Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, komunikasi menjadi salah satu cara untuk mencegah persoalan membesar. Polisi, paguyuban, dan tokoh masyarakat didorong untuk membangun ruang dialog sebelum sebuah isu berubah menjadi konflik.


Dengan sinergi tersebut, keberagaman Kubu Raya diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan bersama untuk menjaga daerah tetap aman, rukun, dan kondusif. (Tim Liputan)
Editor : Aaan





Share:
Komentar

Berita Terkini