![]() |
| Maruki (kanan) dan Syekh H Awab Ahmad At-Tamimi |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) —
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. akan digelar di Rumah Pengajian Al
Jawahir, Jalan Wahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, pada 5 September 2026.
Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 jamaah dari sejumlah
masjid dan majelis pengajian di Kota Pontianak.
Ketua Panitia Maulid Nabi
Muhammad Saw., H. Maruki Matsum mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum
untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw., memperkuat kecintaan kepada
Rasulullah, sekaligus mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah
menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad Saw., memperkuat kecintaan kepada
Rasulullah, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan jamaah,” kata Maruki.
Sejumlah pejabat daerah
dijadwalkan hadir, antara lain Gubernur Kalimantan Barat H. Ria Norsan, Wali
Kota Pontianak H. Edi Rusdi Kamtono, Ketua DPRD Kota Pontianak H. Satarudin,
serta Kapolres Kota Pontianak.
Panitia juga menghadirkan
Almukarram Syekh H. Awab Ahmad At-Tamimi, tokoh dan pengasuh Rumah Pengajian Al
Jawahir, sebagai penceramah utama.
Maruki menjelaskan, rangkaian
kegiatan dimulai setelah salat Asar. Acara akan diisi dengan tahlil massal,
zikir, selawat, serta ceramah Maulid Nabi yang disampaikan Syekh H. Awab Ahmad
At-Tamimi.
Selama ini, Syekh H. Awab dikenal
memberikan pembinaan keagamaan kepada jamaah melalui berbagai materi, mulai
dari akidah, akhlak, fikih, hingga persoalan keislaman lainnya.
Jamaah diperkirakan hadir berasal
dari sejumlah masjid, antara lain Masjid Syakirin, Baiturahim, Sirajuddin,
An-Nur, Nur Salim, Al-Fajar, Al-Jamaah, Darunnajah, Al-Muhtadin Untan,
Al-Hikmah, Darul Muttaqin, Saiful Islam, Al-Asyraf, serta Masjid Kantor Gubernur
Kalimantan Barat.
Menurut Maruki, kegiatan tersebut
juga tidak terlepas dari aktivitas pengajian rutin setiap malam Jumat di Rumah
Pengajian Al Jawahir. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah seperti salat tahajud,
tasbih, witir, salat Subuh, zikir, serta berbagai doa dan amalan keagamaan
lainnya.
“Jamaah yang mengikuti pengajian
setiap malam Jumat juga sangat ramai. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat
terhadap majelis ilmu dan kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Maruki menambahkan, seluruh
pembiayaan Maulid Nabi berasal dari sumbangan jamaah. Panitia mengedepankan
semangat kebersamaan dengan prinsip “dari jamaah, oleh jamaah, untuk jamaah.” *
(ROS/Tim liputan).
Editor : Heri
