KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memimpin langsung rapat koordinasi dan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (6/8/2026). Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, para kepala daerah, BMKG, TNI, Polri, serta instansi terkait.Kepala BNPB: Kalbar Masuki Periode Rawan Karhutla, Satgas Darat dan Water Bombing Diperkuat
Dalam keterangannya, Suharyanto mengungkapkan, berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca di Kalimantan Barat dalam satu hingga tiga pekan ke depan diperkirakan semakin panas dengan potensi hujan yang sangat minim. Kondisi tersebut membuat tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan semakin tinggi.
"BMKG menyampaikan bahwa dalam satu hingga tiga minggu ke depan cuaca di Kalimantan Barat akan semakin panas. Potensi kebakaran juga tinggi karena awan hujan sangat sedikit sehingga operasi modifikasi cuaca belum bisa dilakukan secara optimal," ujarnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Ketapang saat ini menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus karena telah hampir satu bulan tidak diguyur hujan. Kondisi tersebut menyebabkan lahan sangat kering dan memicu meningkatnya kejadian karhutla, bahkan telah menimbulkan korban jiwa.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BNPB bersama pemerintah daerah sepakat memperkuat Satgas Darat yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, relawan, serta seluruh unsur terkait di bawah koordinasi pemerintah daerah.
"Kita sepakat jangan menunggu api membesar. Begitu muncul titik api, harus segera dipadamkan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," tegasnya.
BNPB juga akan menyalurkan tambahan peralatan pemadaman seperti pompa air, selang, alat pelindung diri (APD), hingga fleksibel tank berkapasitas enam ton untuk membantu personel di lapangan.
Selain penguatan di darat, Suharyanto memastikan operasi udara juga diperkuat. Armada water bombing yang sebelumnya berjumlah tiga unit akan ditambah menjadi empat unit, kemudian meningkat menjadi lima unit dalam beberapa hari ke depan guna mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Operasi ini terus mendapat arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Seluruh unsur diminta bekerja maksimal agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan," pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan