Kapolres Kubu Raya Hadiri Peresmian Ribuan Jembatan dan Sumber Air Bersih oleh Presiden Prabowo

Editor: Redaksi author photo

 Kapolres Kubu Raya Hadiri Peresmian Ribuan Jembatan dan Sumber Air Bersih oleh Presiden Prabowo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)
- Sebuah jembatan yang selama ini menjadi bagian penting dari mobilitas warga di pedesaan menjadi salah satu titik perhatian dalam peresmian ribuan jembatan dan sumber air bersih yang dilakukan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).


Di Kabupaten Kubu Raya, peresmian tersebut diikuti secara virtual dari kawasan Tr. 5 Blok C, Dusun Tanjung Sari, RT 009/RW 003, Desa Pelita Jaya, Kecamatan Kubu. Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson turut hadir bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat.


Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Dari lokasi tersebut, jajaran Kubu Raya mengikuti video conference (Vicon) peresmian program pembangunan infrastruktur TNI dan Polri yang dipimpin langsung Presiden Prabowo.


Presiden didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. PJU Polres Kubu Raya mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari Ruang Vicon Polres Kubu Raya.


Bagi warga Desa Pelita Jaya, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur. Jembatan sepanjang sekitar 50 meter yang dibangun di wilayah tersebut diharapkan membuka akses antara Pelita Jaya dan Desa Tanjung Bunga.


Akses itu penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Anak-anak dapat lebih mudah menuju sekolah. Para petani juga memiliki jalur yang lebih baik untuk membawa hasil pertanian menuju lokasi pemasaran.


Di titik inilah nilai pembangunan terasa langsung: sebuah jembatan yang mungkin terlihat sederhana dari kejauhan dapat menentukan seberapa mudah warga bergerak, bekerja, bersekolah, hingga mendapatkan layanan dasar.


Puluhan Ribu Titik Infrastruktur Dibangun


Dalam laporannya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari program yang menyasar wilayah masyarakat, termasuk daerah terpencil dan kawasan terdampak bencana.


Program yang dilaporkan mencakup pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih. Pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 2.500 titik dalam kurun waktu hampir tujuh bulan dari target keseluruhan 5.000 titik.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 798 titik berada di wilayah yang terdampak bencana.


Jembatan-jembatan tersebut dinilai memberi dampak langsung terhadap konektivitas masyarakat. Selain menghubungkan desa, infrastruktur itu membuka akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, serta membantu mobilitas kendaraan dan distribusi logistik.


Dampaknya diperkirakan dirasakan sekitar 4,5 juta jiwa


Pembangunan juga menyentuh wilayah dengan kondisi geografis yang tidak mudah. Beberapa di antaranya berupa jembatan sepanjang 240 meter di Aceh Tamiang, 100 meter di Ogan Komering Ilir, dan 164 meter di Nusa Tenggara Timur.


Sementara itu, pembangunan Jembatan Termanu ditargetkan selesai pada Desember 2026. Tak hanya jembatan, program tersebut juga menyasar kebutuhan air bersih.


Menurut Maruli, sebanyak 10.912 titik sumber air bersih telah dibangun, termasuk melalui pengeboran di wilayah dengan kondisi geografis menantang. Kedalaman pengeboran mencapai 180 meter di Nias dan 90 meter di Pulau Raas.


Program pembangunan juga mencakup irigasi. Infrastruktur tersebut telah mendukung pengairan sekitar 83.150 hektare lahan. Selain itu, terdapat 445 titik tambahan yang mendukung sekitar 16.970 hektare lahan dengan potensi peningkatan produksi gabah sekitar 500.000 ton per tahun.


Ke depan, pembangunan akan diarahkan untuk menuntaskan target 5.000 titik jembatan sekaligus melanjutkan pembangunan sumber air bersih, MCK, dan jaringan irigasi. Wilayah terpencil serta kawasan terdampak bencana menjadi prioritas.


Prabowo: TNI-Polri Harus Dekat dengan Rakyat


Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja jajaran TNI dan Polri yang terlibat dalam pembangunan tersebut.


Menurut Prabowo, pembangunan jembatan dan sumber air bersih merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan jauh dari pusat pelayanan.


Presiden RI menekankan bahwa pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang proyek besar dan investasi. Lebih dari itu, pembangunan harus memastikan masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pertumbuhan ikut merasakan manfaat secara adil.


“Jembatan yang telah dibangun memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, sementara sumber air bersih membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Prabowo dalam amanatnya.


Presiden RI juga mengingatkan bahwa TNI dan Polri merupakan bagian dari rakyat.


Keduanya, kata Prabowo, harus terus menjaga semangat pengabdian, kebersamaan, dan gotong royong.


“Jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah dan setiap keberhasilan sebagai persembahan bagi rakyat dan negara,” ujarnya.


Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada berapa banyak jembatan atau sumber air yang dibangun. Yang lebih penting adalah seberapa jauh fasilitas tersebut benar-benar mengubah kehidupan masyarakat.


Jembatan Pelita Jaya Diharapkan Buka Akses Warga


Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Awaludin S.P., yang mewakili Bupati Kubu Raya, menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Garuda di Desa Pelita Jaya.


Menurut Awaludin, program tersebut membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.


“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda di Desa Pelita Jaya sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Pemerintah daerah berharap pembangunan serupa dapat menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan akses penghubung.


Namun, pemerintah juga meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.


Pesan serupa disampaikan Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf Robbi Firdaus


Dandim mengatakan, jembatan sekitar 50 meter itu diharapkan mampu menghubungkan wilayah Pelita dengan Desa Tanjung Bunga sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat.


Bagi anak-anak, jembatan tersebut berarti akses menuju sekolah yang lebih mudah. Bagi petani, akses itu berarti jalur yang lebih baik untuk mengangkut dan memasarkan hasil pertanian.


“Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini diharapkan dapat memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat serta menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Robbi.


Dandim 1207/Pontianak meminta masyarakat menggunakan jembatan sesuai kapasitas dan ikut merawatnya.


Kapolres: Infrastruktur Harus Memberi Manfaat Nyata


Kehadiran Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia dalam kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan unsur TNI-Polri dalam agenda pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.


Rangkaian kegiatan di Kecamatan Kubu turut dihadiri Camat Kubu yang diwakili Sekcam Imam Susanto, Pasi Intel Kodim 1207/Pontianak Kapten Inf Alexander Vigor, Danramil 09/Kubu Kapten Kav Prasetio, Kapolsek Kubu Ipda Muhammad Rosyid, Kepala Desa Pelita Jaya Supriadi, Sekretaris Desa Pelita Jaya Ridho, Ketua BPD Desa Pelita Jaya M. Tauhid, tokoh masyarakat, serta perwakilan siswa SDN 38 Kecamatan Kubu.


Kehadiran mereka bukan hanya menandai peresmian sebuah fasilitas


Ada pekerjaan yang lebih panjang setelah seremoni selesai: memastikan jembatan tetap berfungsi, dirawat, tidak digunakan melebihi kapasitas, dan benar-benar menjadi penghubung bagi aktivitas warga.


Sebab, bagi masyarakat di wilayah pedesaan, pembangunan sering kali tidak diukur dari megahnya sebuah proyek.


Pembangunan terasa ketika seorang anak bisa berangkat sekolah dengan lebih mudah, ketika petani dapat membawa hasil panen tanpa harus memutar jauh, dan ketika akses warga menuju fasilitas pelayanan dasar menjadi lebih terbuka.


Di Desa Pelita Jaya, sebuah jembatan kini diharapkan menjalankan fungsi itu menghubungkan dua wilayah sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan






Share:
Komentar

Berita Terkini