![]() |
| Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus Saat Bersama Bupati Sujiwo |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) — Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, resmi dimulai. Proyek senilai Rp89 miliar tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat di daerah penyangga Kota Pontianak.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengatakan pembangunan IPA Limbung menjadi bagian dari upaya menambah sambungan air bersih bagi masyarakat Kubu Raya. Namun, ia mengakui proyek tersebut baru mampu meningkatkan cakupan pelayanan sekitar tiga persen.
“Saat ini layanan air bersih Kubu Raya baru 20,7 persen. Dengan anggaran kurang lebih Rp89 miliar ini, paling hanya bisa menaikkan sekitar tiga persen. Jadi nanti kurang lebih menjadi 23,7 persen,” ujar Lasarus saat meninjau lokasi pembangunan IPA Limbung pada hari Senin (24/8/2026).
Menurutnya, untuk mengejar target pelayanan air bersih hingga 100 persen, Kubu Raya masih membutuhkan anggaran yang sangat besar. Lasarus memperkirakan kebutuhan pembiayaan bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun.
“Untuk mengejar 100 persen kelihatannya masih jauh sekali. Perkiraan saya masih butuh dana paling tidak di atas satu triliun supaya Kubu Raya ini bisa terlayani secara keseluruhan,” katanya.
Tantangan Infrastruktur di Lahan Gambut
Lasarus menjelaskan, pembangunan infrastruktur air bersih di Kubu Raya memiliki tantangan tersendiri. Selain wilayah yang luas dan jarak antardesa maupun antardusun yang berjauhan, sebagian besar wilayah Kubu Raya merupakan kawasan gambut dan rawa.
“Semakin jauh, semakin mahal. Jarak antardesa, antardusun, tantangan alam, dan sebagian besar wilayahnya terdiri dari gambut. Ini daerah yang sangat mahal pembangunan infrastrukturnya,” jelasnya.
Ia juga melihat langsung kondisi lahan di lokasi pembangunan IPA Limbung yang merupakan kawasan rawa. Menurutnya, karakteristik tanah tersebut membutuhkan metode konstruksi khusus.
“Ini lahannya termasuk lahan rawa dan cukup dalam, jadi membutuhkan metode khusus untuk konstruksinya. Membangun di sini memang lebih mahal dibandingkan di tanah mineral,” ungkap Lasarus.
Meski demikian, ia memastikan tantangan teknis tersebut telah diperhitungkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Lasarus optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target tanpa kendala berarti.
Kubu Raya Diproyeksikan Jadi Kota Satelit
Lasarus juga menilai posisi Kubu Raya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Pontianak dan menjadi wilayah penyangga ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Ia mengungkapkan adanya rencana pemerintah pusat untuk mengembangkan Kubu Raya sebagai kota satelit Kalimantan Barat. Jika terealisasi, dukungan pembangunan dari pemerintah pusat diperkirakan akan semakin besar.
“Kubu Raya ini kota yang dekat sekali dengan ibu kota provinsi, Pontianak, sebagai penyangga. Ada informasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, mudah-mudahan tidak ada halangan, akan ditetapkan sebagai kota satelit,” ujarnya.
Menurut Lasarus, status tersebut nantinya dapat membuka peluang dukungan APBN untuk mempercepat pertumbuhan kawasan dan pembangunan infrastruktur Kubu Raya.
Komisi V Siap Awasi hingga Selesai
Lasarus menegaskan Komisi V DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap proyek IPA Limbung hingga selesai.
Ia berharap pembangunan senilai Rp89 miliar tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang selama ini belum mendapatkan pelayanan air bersih secara memadai.
“Kami akan menggunakan fungsi pengawasan yang ada pada kami. Hari ini kami datang dan meletakkan batu pertama. Mudah-mudahan ketika ini selesai, pada saat peresmian kami juga bisa hadir,” kata Lasarus.
Ia berharap pembangunan IPA Limbung dapat berjalan tepat waktu dan menjadi langkah awal untuk memperluas jaringan air bersih di Kubu Raya.
“Berapa pun yang bisa kita bangun dari anggaran Rp89 miliar ini, mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang layanan air bersihnya masih sangat minim,” pungkasnya. (tim liputan).
Editor : Heri
