![]() |
| FPK Kalbar Temui Wakil Gubernur Krisantus |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Forum
Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan
persiapan pelaksanaan Pertemuan Tokoh Lintas Pulau Kalimantan yang dijadwalkan
berlangsung pada September 2026. Dalam rangkaian persiapan tersebut, jajaran
pengurus FPK Kalbar melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus
Kurniawan yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad
Bari untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus meminta dukungan Pemerintah
Provinsi Kalimantan Barat sebagai tuan rumah.
Rombongan FPK Kalbar dipimpin
Ketua FPK Provinsi Kalimantan Barat, H. Burhanudin Ahad, didampingi Sekretaris Didam
Pingi, Wakil Ketua Martin F. Panggabean, Bendahara Aida Mochtar, Sri Rejekis,
serta Ketua FPK Kabupaten Kubu Raya, Edi Suhairul, S.Pd.I., CIM.
Dalam audiensi tersebut, pengurus
FPK memaparkan konsep kegiatan yang akan mempertemukan tokoh masyarakat, tokoh
adat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen
strategis dari seluruh provinsi di Pulau Kalimantan. Pertemuan tersebut akan
mengusung tema penguatan keberagaman, kebangsaan, dan komitmen bersama dalam
menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.
Ketua FPK Provinsi Kalimantan
Barat, H. Burhanudin Ahad, mengatakan penunjukan Kalimantan Barat sebagai tuan
rumah merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk memperlihatkan wajah daerah
yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan pembauran.
"Pertemuan ini bukan sekadar
ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang dialog kebangsaan untuk memperkuat
komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah
keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, selain dialog
kebangsaan, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan kunjungan ke Kota
Singkawang yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat
toleransi yang tinggi di Indonesia. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi
sarana berbagi pengalaman mengenai praktik kehidupan masyarakat yang harmonis
di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya.
Ketua FPK Kabupaten Kubu Raya,
Edi Suhairul, S.Pd.I., CIM, menambahkan bahwa forum tersebut diharapkan dapat
melahirkan komitmen bersama dalam memperkuat pembauran kebangsaan serta menjadi
inspirasi bagi daerah lain dalam merawat keberagaman.
"Kalimantan Barat merupakan
miniatur Indonesia. Berbagai suku, agama, budaya, dan adat istiadat hidup
berdampingan. Melalui pertemuan ini kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman
adalah kekuatan yang harus terus dirawat melalui dialog, kolaborasi, dan
semangat persaudaraan," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur
Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang juga merupakan Pembina Forum
Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat, menyatakan dukungan penuh
terhadap penyelenggaraan Pertemuan Tokoh Lintas Pulau Kalimantan tersebut.
Menurut Krisantus, kegiatan itu
memiliki nilai strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus
mempererat hubungan antarmasyarakat di Pulau Kalimantan yang hidup dalam
keberagaman.
"Saya memberikan dukungan
penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Kalimantan Barat memiliki pengalaman
panjang dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun di tengah keberagaman.
Karena itu, forum ini harus menjadi wadah untuk memperkuat komitmen kita dalam
menjaga persatuan, kebersamaan, dan keutuhan bangsa," tegas Krisantus.
Ia berharap seluruh tokoh yang
hadir nantinya dapat menjadikan forum tersebut sebagai ruang dialog yang
produktif untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila, mempererat persaudaraan
antarelemen masyarakat, serta meningkatkan sinergi dalam menjaga stabilitas dan
kerukunan di wilayah Kalimantan.
"Kita semua memiliki
tanggung jawab yang sama untuk menjaga komitmen berbangsa dan bernegara.
Perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang bukanlah penghalang,
melainkan kekuatan yang harus dirawat sebagai modal utama membangun Indonesia
yang semakin maju, damai, dan harmonis," ujarnya.
Krisantus juga berharap pertemuan
tersebut mampu menghasilkan rekomendasi dan komitmen bersama yang dapat menjadi
rujukan dalam memperkuat pembauran kebangsaan, tidak hanya di Pulau Kalimantan
tetapi juga di tingkat nasional.
Dengan dukungan Pemerintah
Provinsi Kalimantan Barat, FPK optimistis Pertemuan Tokoh Lintas Pulau
Kalimantan akan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa,
meningkatkan semangat toleransi, serta mempererat sinergi antartokoh lintas
daerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (tim
liputan).
Editor : Heri
