KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bergerak cepat menyikapi kondisi para petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan relawan yang mulai kelelahan bahkan jatuh sakit setelah berhari-hari berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Damkar Mulai Berguguran Akibat Karhutla, Bupati Sujiwo Siapkan Langkah Khusus Jaga Kesehatan Petugas
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan dirinya telah merasakan langsung beratnya medan pemadaman karena beberapa kali turun ke lokasi karhutla bersama para petugas. Kondisi tersebut membuatnya memahami risiko yang dihadapi para personel di lapangan.
"Saya ini sebenarnya juga salah satu korban karena beberapa kali berada di garda terdepan. Saya merasakan sendiri bagaimana beratnya bertugas di lapangan," ujar Sujiwo.
Sebagai tindak lanjut, Sujiwo mengaku akan segera memanggil Sekretaris Daerah dan Kepala BPBD untuk melakukan pendataan terhadap seluruh personel Damkar dan relawan, baik dari unsur pemerintah, TNI, Polri, perusahaan maupun masyarakat.
Pendataan tersebut menjadi langkah awal agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para petugas yang mengalami penurunan kondisi fisik akibat paparan asap, cuaca ekstrem, dan beban kerja yang tinggi selama operasi pemadaman.
"Saya akan minta dilakukan pendataan. Paling tidak kesehatan mereka harus kita jaga dan pelihara. Asupan gizi mereka juga harus menjadi perhatian. Ini sedang kita rencanakan," tegas Sujiwo.
Menurutnya, para petugas Damkar dan relawan merupakan garda terdepan dalam penanganan karhutla sehingga pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.
Sujiwo menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus diiringi dengan perlindungan terhadap para personel yang mempertaruhkan tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan demi melindungi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Kubu Raya. (Tim Liputan)
Editor : Aan