BMKG Catat 3.218 Titik Panas di Kalbar, Ketapang Tertinggi, Kubu Raya Masih Waspada
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat pada 6 Agustus 2026 pukul 00.00–23.00 WIB. Hasil pemantauan satelit menunjukkan terdapat 3.218 titik panas yang tersebar di berbagai kabupaten.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 hotspot berada pada tingkat kepercayaan rendah, 2.857 hotspot tingkat kepercayaan menengah, dan 182 hotspot tingkat kepercayaan tinggi.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 681 titik, disusul Sanggau sebanyak 724 titik dan Landak 394 titik. Sementara itu, Kubu Raya tercatat memiliki 132 titik panas, terdiri dari 7 titik tingkat kepercayaan rendah, 118 titik menengah, dan 7 titik tinggi.
Kabupaten lainnya yang juga mencatat jumlah hotspot cukup tinggi antara lain Kapuas Hulu (307), Sintang (264), Melawi (242), Sekadau (215), dan Kayong Utara (187). Adapun Kota Pontianak dan Kota Singkawang tidak terdeteksi memiliki hotspot.
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Titik panas merupakan indikasi adanya sumber panas yang berpotensi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga masih memerlukan verifikasi di lapangan.
Dengan masih tingginya jumlah hotspot di Kalimantan Barat, masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang masih melanda sejumlah wilayah.