2.842 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Ketapang Jadi Daerah dengan Titik Panas Terbanyak

Editor: Redaksi author photo

2.842 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Ketapang Jadi Daerah dengan Titik Panas Terbanyak
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) Sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat kembali menunjukkan angka tinggi. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, sebanyak 2.842 titik panas terdeteksi di Kalbar pada periode 22 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 22 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.

Dari total tersebut, sebanyak 2.475 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 281 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 86 titik tingkat kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan sebaran hotspot paling tinggi, yakni mencapai 1.377 titik. Rinciannya, 52 titik tingkat kepercayaan rendah, 1.170 menengah, dan 155 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Selanjutnya, Sanggau tercatat 247 hotspot, disusul Kubu Raya 245 titik, Kayong Utara 224 titik, serta Landak 130 titik dan Melawi 130 titik.

Sementara itu, wilayah lainnya meliputi Sintang 145 titik, Sekadau 123 titik, Kapuas Hulu 85 titik, Bengkayang 83 titik, Mempawah 17 titik, Sambas 24 titik, dan Singkawang 12 titik. Kota Pontianak tercatat tidak memiliki hotspot dalam pemantauan tersebut.

BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit polar untuk memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan/atau lahan. Satelit mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan kondisi di sekitarnya.

BMKG juga mengingatkan bahwa pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Namun, wilayah yang tertutup awan atau berada pada blank zone dapat menyebabkan hotspot tidak terdeteksi.

Tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi perhatian serius, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi. Data ini dapat menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dan petugas terkait untuk memperkuat pemantauan serta langkah pencegahan dan penanganan karhutla. (Tim Liputan)
Editor : Aan


Share:
Komentar

Berita Terkini